Tuesday, April 28, 2009


Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure

Aku bukanlah seorang pecinta film action. Kalau bukan karena dibayarin dan diajak oleh keluarga, aku tidak akan menonton The Fast and The Furious 4. Namun rupanya, film berdurasi 100 menit ini berhasil membuatku merasa tidak rugi menontonnya.

The Fast and The Furious 4 berkisah tentang Dom Toretto (Vin Diesel) yang berniat untuk membalas kematian Letty (Michelle Rodriguez), kekasihnya. Letty ditembak pada suatu malam oleh Fenix (Laz Alonso), salah satu anak buah Braga (John Ortiz), seorang gembong narkoba. Untuk membalas kematian kekasihnya, Dom mendaftar menjadi salah satu pembalap anak buah Braga yang bertugas untuk mengantar narkoba.

Sementara itu, Braga sendiri sudah lama menjadi incaran FBI. FBI kemudian mengirimkan Brian O'Conner (Paul Walker) untuk menyamar menjadi pembalap anak buah Braga, sama seperti Dom. Dom dan Brian dulu merupakan teman yang tidak begitu baik hubungannya. Namun karena memiliki tujuan yang sama, mereka bahu membahu dalam kasus ini. Dom sebenarnya juga merupakan salah satu target yang ingin ditangkap FBI, tapi setelah segala perjuangan yang dialami bersama, Brian lalu berusaha menghapus status buron Dom.

The Fast and The Furious 4 dibuka dengan adegan perampokan truk bermuatan minyak oleh Dom dan Letty. Perampokan yang dilakukan saat truk sedang melaju ini cukup mendebarkan dan menimbulkan minatku untuk terus menonton. Berbagai mobil mewah dengan desain modern, serta serunya balapan, menjadi daya tarik dalam film yang diproduseri sendiri oleh Vin Diesel ini.

Namun ada beberapa teman yang berkata, “filmnya gitu-gitu doang.” Menurut mereka, film ini tak jauh berbeda dari The Fast and The Furious sebelumnya. Tapi menurutku itu tak jadi masalah, toh aku belum pernah menonton segala jenis The Fast and The Furious selain yang ke-4 ini.

Terlepas dari kelebihan dan kelemahan film ini, ada satu hal yang cukup menarik perhatianku. Film ini banyak menampilkan adegan orang-orang lesbi. Meski hanya sekilas-sekilas, tapi sering. Entah latar belakang sosial apa yang dimiliki Justin Lin sebagai sutradara.

Secara keseluruhan, The Fast and The Furious 4 cukup menarik untuk ditonton. Tapi tentu saja, malaikat juga tahu film drama yang jadi juaranya.

Wednesday, April 22, 2009

Ada dua belas bulan dalam setahun. Kedua belas bulan itu memiliki makna sendiri-sendiri yang selalu melekat di ingatanku.

Januari : Bulan beres-beres kamar
Kata mamaku, kamar bersih di awal tahun dapat membuka kran rejeki sepanjang tahun. Benar atau tidak, yang jelas aku selalu membereskan kamar pada bulan Januari. Membereskan kamar adalah hal yang spesial bagiku, karena kegiatan itu hanya kulakukan sekali saja dalam setahun. Silakan dibayangkan betapa berantakannya kamarku.

Februari : Bulan kasih sayang
Februari identik dengan valentine’s day. Meski sudah tidak pernah lagi merayakan hari kasih sayang, namun bagaimana pun juga aku pernah muda. Aku masih ingat betul jaman-jaman jahiliyah saat aku SMP dan SMA. Saat itu idiom yang berlaku adalah “nggak g4ul kalau nggak tukar cokelat”. Selain itu, hampir semua media menggembar-gemborkan tentang hari kasih sayang pada bulan Februari. Stasiun televisi berlomba-lomba menayangkan sinema spesial valentine, majalah-majalah remaja menerbitkan edisi khusus valentine, stasiun-stasiun radio menyiarkan kuis spesial valentine. Intinya, tidak mungkin aku mengabaikan valentine’s day.

Maret : Bulan menabung
Bulan Maret kutetapkan sebagai bulan menabung, mengenai alasannya dapat dibaca pada makna bulan April di bawah. Tapi meski aku sudah bertekad untuk giat menabung, tetap saja uang yang berhasil kukumpulkan pada bulan ini tak terlalu banyak.

April : Bulan bokek sedunia
Aku adalah seorang aries yang lahir di bulan April. Tentu sudah bisa ditebak mengapa kutetapkan April sebagai bulan bokek sedunia, yaitu karena aku harus mentraktir teman-temanku. Ditambah lagi kebetulan kakakku juga berulang tahun di bulan April. Tapi memberi kado untuk kakakku sifatnya sukarela. Kalau punya uang ya ngasih kado, kalau punya uang tapi nggak rela ya nggak ngasih. Tapi pos pengeluaran terbesar di bulan ini bukan terletak pada traktiran atau kado untuk kakakku, melainkan pada kado untuk sang pacar. Sayang seribu sayang dia juga lahir di bulan April. Oh miskinnya diriku di bulan ini.

Mei : Bulan Bulaksumur Pos
Mungkin karena saat ini teman-teman sedang mempersiapkan acara perayaan untuk ultah Bulaksumur Pos, jadi hal itulah yang langsung muncul di pikiranku saat menyebut kata “Mei”. Bulaksumur Pos merupakan salah satu produk dari Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Bulaksumur, salah satu pers mahasiswa di UGM yang kugeluti. Bulaksumur Pos pertama kali terbit pada 8 Mei 2000, terbit setiap Selasa dan dibagikan secara gratis kepada civitas akademika UGM.

Juni : Bulan aku dan dia
Empat tahun yang lalu, aku jadian sama sang pacar di bulan ini. Setiap bulan Juni kami selalu merayakan hari jadi kami. Keuanganku lagi-lagi sedikit terkuras, karena kami punya tradisi bertukar kado pada bulan ini.

Juli : Bulan bermalas-malasan
Dari jaman TK sampai kuliah, liburan selalu terletak di bulan Juli. Karena judulnya adalah liburan kenaikan kelas, jadi liburan di bulan Juli merupakan liburan terpanjang selain libur lebaran. Hari libur bagaikan surga, karena aku bisa bermalas-malasan sepanjang hari, main game sepuasnya, nonton TV sampai muak. Tapi malang nasibku bulan Juli tahun ini harus kuisi dengan Kuliah Kerja Nyata alias KKN. Aku KKN di sebuah desa kecil di perbukitan Purworejo. Sudah kupastikan tidak ada TV dan sinyal handphone di sana. Selamat menempuh hidup baru.

Agustus : Bulan kemerdekaan
Seperti yang kita semua tahu, hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia jatuh pada tanggal 17 Agustus. Dari SD sampai SMA selalu ada upacara untuk memperingati tanggal kelahiran cucu Presiden SBY ini. Meski sekarang sudah tidak pernah ikut upacara kemerdekaan lagi, tapi aku tetap tak bisa lepas dari hingar-bingar 17-an. Perumahanku selalu mengadakan bermacam-macam lomba untuk merayakan HUT Indonesia. Tidak hanya lomba, biasanya digelar juga bazar dan pentas seni.

September : Bulan Padmanaba
Saat masih SMA, sekolahku selalu mengadakan upacara HUT pada tanggal 19 September. Upacara ini spesial, karena seragam yang harus dikenakan para siswa juga spesial. Atasan putih, bawahan khaki, serta dasi dan muts Padmanaba yang istimewa. Kusebut istimewa karena aku dan teman-teman harus menjalani MOS selama sebulan, mengerjakan semua tugas MOS dengan bonus dibentak-bentak, baru kami resmi dilantik pada suatu dini hari dan memperoleh pakaian kebangsaan itu.

Oktober : Bulannya mama
Mamaku ultah di bulan ini. Walaupun ada bulannya mama, tapi sayang sekali nggak ada bulannya papa. Hal ini dikarenakan papaku sendiri tidak tahu kapan tanggal lahirnya. Di KTP-nya, tercatat bahwa tanggal lahir beliau adalah 6 April. Tapi ternyata oh ternyata, 6 April adalah tanggal lahir kakaknya.

November : Bulan biasa
Saat mengetik tulisan ini, aku berpikir keras tentang apa yang langsung kuingat saat mendengar kata “November”. Tapi ternyata tidak ada yang terlalu spesial di bulan ini, jadi kuputuskan untuk memberi predikat bulan biasa untuk bulan kesebelas ini.

Desember : Bulan hujan
Saat ini hujan memang suka datang seenak perutnya. Tapi tetap saja yang paling nge-soul menurutku adalah hujan di bulan Desember. Pada bulan ini hujan turun setiap hari, seolah-olah ikut bersiap menyambut kedatangan tahun baru. Aku suka hujan, kecuali saat sedang dalam perjalanan naik motor. That’s why I love December.

Tiap bulan pasti memiliki makna yang berbeda bagi tiap orang. Judul tulisan ini memang sedikit mekso, tapi kalian wahai temanku pasti sudah memahami apa maksudnya. Makna bulan bagi bintang, bisa dibaca sebagai makna bulan bagi Starin.