Monday, July 20, 2009

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Film ini mengisahkan tahun keenam Harry Potter di sekolah sihir Hogwarts. Di tahun ini, Dumbledore merekrut Profesor Slughorn untuk mengajar kelas ramuan. Profesor ini diyakini mengetahui banyak informasi tentang Voldemort.

Salah satu informasi penting dari Profesor Slughorn adalah bahwa Voldemort memiliki Horcrux. Horcrux adalah belahan jiwa yang disimpan di sebuah benda. Orang yang memiliki Horcrux tidak akan meninggal jika dibunuh. Ia baru akan meninggal setelah Horcruxnya dihancurkan. Harry dan Dumbledore pun bersama-sama berjuang untuk menghancurkan Horcrux milik Voldemort.

Selain mengisahkan petualangan Harry, film ini juga banyak menampilkan kisah cinta antara Harry dan Ginny. Cinta segitiga antara Ron-Hermione-Lavender juga banyak menjadi sorotan.

Lucu, menarik, dan menegangkan. Ketiga kata itu tampaknya tepat untuk menggambarkan film berdurasi 153 menit ini. Walau begitu, semua penggemar novel Harry Potter pasti beranggapan bahwa novelnya lebih menarik dibanding filmnya. Meski demikian, film ini tetap menarik untuk ditonton.

Wednesday, July 8, 2009

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Entertainment
Author:Marti Leimbach
Daniel Isn’t Talking bercerita tentang kehidupan Melanie, seorang ibu yang memiliki anak autis bernama Daniel. Autisme Daniel ini baru terungkap saat ia berusia tiga tahun. Amat sulit bagi Melanie untuk menghadapi kenyataan bahwa anak bungsunya mengalami autis. Keadaan ini menjadi semakin sulit lagi saat suaminya pergi meninggalkannya.

Novel ini mengajarkan kegigihan dan kesabaran yang harus dimiliki seorang ibu dalam mendidik anaknya yang autis. Melanie tidak mengijinkan anaknya dimasukkan ke dalam Sekolah Luar Biasa. Menurutnya, sekolah semacam itu justru akan menghambat perkembangan putranya. Melanie yakin, lingkungan yang normal akan membantu Daniel menjadi semakin normal.

Novel karangan Marti Leimbach ini amat menarik dan mengharukan. Namun sayang, mungkin karena novel ini merupakan terjemahan, banyak kalimat yang terasa sukar dicerna. Akhir cerita dari novel ini juga kurang mengesankan. Walau begitu, novel setebal 358 halaman ini cukup menarik untuk dibaca.

Sudah satu pekan aku menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Umbulsari B, Prambanan. Tema KKN yang kuangkat bersama teman-teman adalah tentang pertanian terpadu berbasis potensi lokal.

Sesuai ketentuan, minggu pertama KKN merupakan waktu untuk observasi. Berikut adalah kegiatanku selama enam hari pertama di Dusun Umbulsari B, mungkin dapat memberi gambaran bagi teman-teman yang belum KKN.


Hari Pertama (Kamis, 2 Juli 2009): Berangkat ke Lokasi

Aku, teman-teman satu tim, dan Pak Yoyo selaku dosen pembimbing menghadiri acara penyambutan di Kantor Kecamatan Sleman, dilanjutkan dengan acara penyambutan di Kantor Kelurahan Sumberharjo. Setelah itu, kami langsung menuju pondokan di Dusun Umbulsari B. Kami menempati dua pondokan yang letaknya berhadapan. Setelah sampai di pondokan, tidak banyak yang kami lakukan. Kami hanya membereskan kamar, rapat koordinasi unit, dan bergosip.


Hari Kedua (Jumat, 3 Juli 2009): Survey

Seingatku, hari kedua merupakan hari paling melelahkan dalam seminggu. Pagi hari kami habiskan dengan survey ke wilayah kerja masing-masing subunit. Aku kemudian beristirahat sejenak di siang hari saat kaum Adam menjalankan sholat Jumat. Seusai Jumatan, giliran aku dan teman-teman cewek yang harus mengikuti pengajian rutin ibu-ibu setempat. Ba’da maghrib, kami melakukan rapat koordinasi bidang yang dilanjutkan dengan rapat koordinasi unit.


Hari Ketiga (Sabtu, 4 Juli 2009): Sosialisasi Program

Aku dan teman-teman satu bidang, yaitu bidang sosial budaya, mencari data di Kantor Kecamatan dan Kelurahan. Di Kantor Kelurahan, aku mulai merasa pusing. Sekembalinya ke pondokan, tubuhku demam. Seusai makan siang, aku diare. Badanku rasanya tak karu-karuan. Tapi aku tetap memaksakan untuk ikut rapat koordinasi bidang. Aku kemudian minum obat dan beristirahat sejenak di sore hari. Malamnya, kami satu tim melakukan sosialisasi program kepada Kepala Dusun dan Perangkat Dusun Umbulsari B.


Hari Keempat (Minggu, 5 Juli 2009): Bertemu Kelompok Ternak

Saat membuka mata di pagi hari, aku merasa sudah lebih baik. Panasku mulai turun, tapi perutku masih mules. Namun aku masih sanggup membantu Ajeng, sekretaris unit, dalam mengerjakan proposal KKN. Siangnya, aku dan teman-teman mengikuti pertemuan rutin kelompok ternak Dusun Umbulsari B. Banyak fakta menarik yang kami temukan dari pertemuan itu.


Hari Kelima (Senin, 6 Juli 2009): Piket

Hari ini aku kebagian jatah piket bersama Yeri. Kami yang mendapat tugas piket wajib mencuci piring, membantu Ibu Dukuh memasak, dan jaga rumah. Jadi, pagi ini aku tidak ikut teman-teman berkunjung ke rumah para Ketua RT. Cukup senang rasanya tidak perlu ikut keliling dusun. Sayangnya dalam menjalankan tugas piket aku berpartner dengan Yeri yang culas. Ia kerap mangkir dari tugas-tugas piket. Untung ada Opik yang baik, ia dengan senang hati membantuku mencuci piring. Tapi ternyata Opik pun juga licik, ia meminta namanya dihapus dari jadwal piketnya yang seharusnya. Alasannya, ia sudah ikut piket hari ini. Padahal Opik cuma membantuku mencuci piring seusai makan malam.


Hari Keenam (Selasa, 7 Juli 2009): Pulang

Hari ini aku menargetkan proposal sudah jadi. Tapi ternyata, masih ada juga bidang yang belum mengumpulkan anggaran dana untuk programnya. Salah satu bidang yang belum mengumpulkan adalah sosial budaya, bidangku sendiri. Oleh karena itu, pagi ini aku dan teman-teman satu bidang langsung ngebut menggarapnya. Siangnya, saat anggaran dari semua bidang telah terkumpul, aku membantu Ajeng menyatukan anggaran ke dalam proposal.

Sungguh tak terduga dan tak terkira, tiba-tiba Pak Yoyo datang. Tanpa diundang. Tanpa memberi kabar. Kaget dan cemas langsung menyerang, karena proposal belum usai. Tapi syukurlah, Pak Yoyo tidak memaksa proposal harus dikumpul saat itu. Kami kemudian mengonsultasikan program kepada beliau sebelum akhirnya kami meninggalkan pondokan bersama untuk mencontreng pada Pemilu 2009.

Hari Ketujuh (Rabu, 8 Juli 2009): Pemilu 2009

Yeah, I love Pemilu. Kalau tidak ada Pemilu, mungkin aku dan teman-teman belum pulang ke rumah. Saat bertemu ibunda tercinta, menurut beliau aku terlihat kacau. Kulitku bertambah hitam. Bibirku pecah-pecah. Padahal baru satu minggu aku meninggalkan rumah.

Sore ini, aku sudah harus kembali ke Dusun Umbulsari B. Sore ini, aku sudah harus bergulat lagi dengan kegiatan-kegiatan KKN. Berat rasanya meninggalkan rumah, tapi aku harus melakukannya, demi mengabdi kepada masyarakat.