Tuesday, August 11, 2009

Hari Senin (10/8) kemarin, aku menyantap sarapan sembari menonton sebuah tayangan musik populer, Dahsyat. Saat itu, pengisi acara yang sedang tampil adalah Wayang, band yang namanya cukup berkibar jaman aku masih SD. Setelah Wayang usai membawakan sebuah lagu, Raffi Ahmad muncul disusul Olga yang sedang menggendong Baim si artis cilik.

Raffi Ahmad dan Olga kemudian bermain-main dengan bocah imut itu. Tiba-tiba, Baim menjambak rambut Olga. Semua penonton di studio tertawa. Seolah belum puas, Baim menjambak lagi rambut sang presenter, kali ini lebih keras. Penonton kembali terbahak-bahak. Adegan menjambak ini terjadi berulang-ulang, diselingi dengan suara Baim yang sedang mengejek, ”Om Olga jelek!”

Jujur saja, aku ikut tertawa saat menyaksikan tayangan ini. Walau begitu, menurutku adegan ini tidak pantas ditayangkan di televisi. Bagaimanapun juga, Olga jauh lebih tua dibanding Baim. Tidak seharusnya Baim menjambaki rambutnya. Dan jika Baim belum mengerti bahwa perbuatannya itu tidak baik, seharusnya ada yang mengingatkan. Tapi pada kenyataannya, tak ada seorang pun yang memberi tahu Baim. Bahkan, Raffi Ahmad malah mengajari Baim untuk mengatai Olga.

Sungguh keterlaluan tayangan televisi kita saat ini. Jika ada anak kecil yang menonton, Baim tentu memberi contoh yang kurang baik. Dengan kata lain, televisi telah mendidik generasi penerus bangsa menjadi kurang bermoral.

Tidak hanya Dahsyat, aku yakin masih banyak acara lain yang menyajikan tontonan sarkas seperti ini. Kini orang tua tidak bisa lagi membiarkan anaknya ’diasuh’ televisi. Orang tua harus mendampingi anaknya menonton, kalau masih ingin sang buah hati tumbuh menjadi anak yang bermoral.