Thursday, March 25, 2010

My Rating:★★★★
Genre: Drama

Film ini berkisah tentang kehidupan Rizvan Khan (Shah Rukh Khan), seorang lelaki muslim India pengidap sindrom Asperger. Semenjak ibunya meninggal, Rizvan tinggal bersama adiknya di Amerika. Di negeri Paman Sam ini, ia menikah dengan Mandira (Kajol), seorang janda Hindu beranak satu.

Kehidupan mereka yang bahagia harus berubah total semenjak terjadi peristiwa pengeboman WTC pada 11 September 2001. Umat muslim kerap diperlakukan tidak adil. Sameer, anak dari Mandira, banyak mendapat tekanan di sekolahnya karena menyandang nama belakang Khan, tanda bahwa ia beragama Islam. Puncaknya, Sameer dipukuli hingga tewas oleh teman-temannya.

Mandira yang amat terguncang menyalahkan Rizvan atas kematian anaknya tersebut. Dalam keadaan emosi, ia menyuruh Rizvan menemui Presiden Amerika untuk mengatakan, “my name is Khan, and I’m not a terrorist.

My Name Is Khan berhasil menggambarkan dengan baik bahwa tidak semua umat muslim adalah teroris. Meski demikian, film berdurasi 161 menit ini juga tidak menampik adanya umat muslim yang dengan kejamnya melakukan aksi teror dengan mengatasnamakan jihad.

Walau menggunakan alur maju-mundur, namun jalan cerita My Name Is Khan tetap mudah dicerna. Film besutan sutradara Karan Johar ini cukup menguras air mata, meski tak jarang juga penonton dibuat tertawa karena kebodohan-kebodohan yang dilakukan Rizvan. Secara keseluruhan, My Name Is Khan cukup menarik untuk ditonton.

*My Name Is Khan kutonton bersama Pythagora Yuliana yang meminta namanya disebut jika aku menulis resensi film ini.
Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-25, lembaga Bahasa Inggris ELTI menggelar acara jalan sehat, Minggu (21/3).  

Event yang diberi tajuk Fun Walk ini mengambil start dan finish di Balai Pamungkas. Peserta acara jalan sehat yang dimulai pukul 6.30 tersebut harus menempuh rute perjalanan sejauh + 3 kilometer. Rute ini sengaja melewati dua gedung tempat lembaga Bahasa Inggris tersebut berada, yaitu di bilangan Jalan Sabirin dan Jalan Sudirman. 

Untuk dapat mengikuti Fun Walk, peserta cukup membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 20 ribu. Fasilitas yang diperoleh terbilang lumayan, yaitu kaos, snack, dan paket buku. Selain itu, peserta juga berkesempatan memperoleh doorprize berupa sepeda motor, sepeda gunung, TV, lemari es, dan masih banyak lagi. 

Menurut Anis Dwinarti, salah satu panitia, event ini dapat dikatakan sukses. “Target peserta hanya 1000 orang, tapi ternyata pendaftarnya mencapai 1800-an orang,” terang Anis. Usia para peserta pun beragam, mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek. 

Sigit (50), salah seorang peserta, merasa puas mengikuti Fun Walk. “Bagi orang tua seperti saya, olahraga jalan kaki lebih sehat dibanding olahraga lain. Saya senang bisa ikut acara ini,” tandas bapak tiga anak tersebut.

Saturday, March 20, 2010

Pemandangan orang yang tengah bergosip bisa kita jumpai dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya terbatas pada ibu-ibu, hobi melakukan kegiatan penuh dosa tersebut kini telah mewabah ke hampir segala usia.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa aku termasuk salah satu oknum yang gemar menggosip. Banyak hal yang bisa digosipkan, mulai dari cerita artis hingga teman dekat, mulai dari berita baik hingga yang kurang sedap. Gosip positif biasanya seputar prestasi dan kehebatan seseorang, sedangkan yang negatif cenderung merupakan aib-aib pribadi.

Menurut Hamdi Muluk, Kepala Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia, urusan pribadi adalah dunia yang tersembunyi. Ketika dunia tersembunyi itu diungkap, orang pasti suka (Kompas, 11/10/09). Barangkali itulah sebabnya bergosip menjadi aktivitas favorit di kala senggang. Alasan itu pulalah yang membuat orang senang menonton tayangan yang mengumbar ranah privat seseorang, seperti reality show Take Me Out Indonesia. Lah, kok malah jadi nyerempet tema skripsiku?

Kembali lagi ke ihwal gosip. Para penggosip boleh bersuka cita dengan hadirnya internet, khususnya situs jejaring pertemanan. Dengan adanya situs semacam Facebook dan Twitter, bahan gosip jadi menumpuk. Dari status teman-teman dapat diketahui bahwa si Dono kemarin begini, si Kasino besok begitu. Si Dona habis begini, si Nita lagi mau begitu. Bahkan, tak sedikit user yang statusnya berisi curhat. Seperti aku. 

Facebook memang meminta penggunanya untuk menulis “what’s on your mind?”, tapi tidak semua which is on your mind should be shared. Ibaratnya, kini mouse pad pun bertelinga. Jangankan status yang terang-terangan membongkar rahasia pribadi, status yang tampaknya mencurigakan pun selalu menjadi bahan analisis menarik bagi para penggosip. Jika kemudian gosip menyebar, salah siapa? Tentu bukan dosa para penggunjing. Semua kesalahan ditanggung 100 persen oleh si pemasang status.

Dua pekan terakhir, bisa dibilang aku kena batunya. Beberapa kali aku dirundung problem yang berakar dari kegegabahanku dalam menggunakan situs jejaring kampret. Ya ya ya, kesalahan selalu terletak pada si pemasang status. Jadi aku sendiri yang bersalah. Sungguh ironis, seorang penggosip pada akhirnya juga menjadi korban gosip.

Untuk sementara aku memutuskan untuk absen dari dunia Facebook. Absen di sini maksudnya aku libur dalam memasang status dan memberi comment. Bagaimanapun, tetaplah bersikap bijak saat meng-update status, menulis notes, atau melontarkan comment. Because I’m still watching you.

Thursday, March 11, 2010

Ada kabar gembira bagi para pecinta transportasi kereta api. Mulai Senin (1/3), telah diresmikan kereta baru dengan jalur Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar). Kereta yang diberi nama Banyubiru ini bisa ditumpangi hanya dengan merogoh kocek Rp 24 ribu saja.

Hari Minggu (7/3) kemarin, saya dan teman-teman sudah mencobanya. Karena masih tergolong baru, kereta itu masih tampak bersih dan cukup sepi penumpang. Namun sayang, hari itu sang Banyubiru mengalami keterlambatan. Kereta yang dijadwalkan berangkat pukul 8.50 baru menampakkan dirinya sekitar 30 menit kemudian.

Pukul 13.00 akhirnya kami tiba di Semarang. Seperti kebanyakan wisatawan lain, kami tak menyia-nyiakan kesempatan untuk berfoto di Kota Lama dan Lawang Sewu. Tak lupa juga kami membeli oleh-oleh di Jalan Pandanaran.

Sorenya, tidak ada jadwal Banyubiru yang berangkat dari Semarang menuju Jogja. Kami pun pulang dengan kereta Pandanwangi jurusan Semarang-Solo, dilanjutkan dengan kereta Lodhaya jurusan Solo-Jogja.

Perjalanan sehari pulang-pergi Jogja-Semarang memang cukup melelahkan. Tapi paling tidak, kini kami tahu bahwa si Banyubiru akan siap mengantar jika ingin berwisata ke Semarang.

Di dalam Joglosemar

Wednesday, March 3, 2010

Hari Kamis (25/2) lalu, teman saya Kemas membisikkan isu ihwal form 1 skripsi mahasiswa Komunikasi yang harus dikumpul paling lambat tanggal 5 Maret 2010. Setelah tanggal tersebut, konon rapat jurusan baru akan diadakan tiga bulan kemudian.

Sungguh terkejut rasanya mendengar kabar dari Kemas. Meski baru isapan jempol, tapi aku tidak mau bermain-main dengan hal yang menentukan masa depanku ini. Panik, tentu saja. Aku belum menemukan tema skripsi baru semenjak tema lamaku ditolak. Dan waktuku hanya tujuh hari saja menjelang tanggal 5 Maret 2010.

Rupanya benar teori tak tertulis yang menjelaskan tentang the power of kepepet. Di saat genting, orang memang jadi bisa berpikir dan melakukan hal-hal yang di luar dugaan dan kemampuannya sebelumnya. Selama long weekend, aku sibuk mencari tema baru dan langsung menuliskan latar belakang tema tersebut.

Hari Senin (1/3), berangkatlah aku ke kampus untuk mengonsultasikan tema baruku kepada Mas Rizal, salah satu dosen Komunikasi. Saat tiba di ruang jurusan Komunikasi, aku bertemu dengan banyak teman seangkatan. Sama denganku, rupanya mereka juga panik dengan adanya isu 5 Maret. Beberapa di antara mereka sudah memiliki tema, beberapa yang lain masih bermain petak umpet dengan temanya. Suasana kala itu sungguh ramai, aku dan beberapa temanku bahkan harus antri untuk konsultasi ke Mas Rizal.

Teka-teki isu 5 Maret akhirnya terjawab saat aku ke kampus siang tadi (3/3). Aku melihat pengumuman di meja Mas Bari, TU Komunikasi, yang memberitahukan bahwa periode pengumpulan form 1 hanya berlangsung hingga tanggal 5 Maret 2010. Setelah tanggal yang ditentukan, jurusan baru akan membuka pengumpulan form 1 pada 20 Mei - 5 Juni 2010.

20 Mei - 5 Juni, Saudara-saudara! Bagaimana jika ada mahasiswa yang form 1-nya ditolak pada rapat jurusan 5 Maret? Berarti ia harus menganggur selama 3 bulan hingga rapat jurusan berikutnya. Sebelumnya, rapat jurusan biasa diadakan setiap telah ada 10 mahasiswa yang mengumpulkan form 1. Maka kebijakan baru ini sungguh mengecewakan, aku hanya bisa berdoa agar form 1-ku diterima di sisi rapat jurusan tertanggal 5 Maret 2010. Amin.