Tuesday, September 21, 2010

Wew... tak terasa sudah sembilan kali aku curhat di blog tentang skripsi.

Minggu lalu, sang dosen pembimbing tiba-tiba mengirimiku SMS. Beliau menawariku sesi konsultasi skripsi, Senin (20/9) pagi. Maka kemarin bertemulah aku dengan beliau.

Hmmm... sebenarnya aku sedang tak berminat untuk menceritakan isi bimbinganku kemarin. Tapi karena seri Starin dan Skripsi rupanya cukup banyak peminatnya, maka kutulislah.

Aku menghadap sang dosen pembimbing dengan membawa tulisan mengenai profil keenam informanku. Setelah kujelaskan sekilas, sang dosen pembimbing kemudian meng-acc jumlah dan karakteristik informan skripsiku.

Beliau lalu memberikan saran mengenai poin-poin yang harus kutulis dalam bab 4. Hal inilah yang membuatku cukup tertekan. Ada banyak hal yang menurut beliau harus kutulis, dan parahnya ada beberapa hal yang belum kumiliki datanya. Haruskah aku kembali penelitian ke lapangan? Males bok. Duh, sebaiknya aku sholat istikharoh dulu.

Rating:★★★
Genre: Drama

Cerita dalam Tricks of a Woman bermula dari hutang Rex, seorang fotografer handal, kepada temannya Albert. Karena Rex tak kunjung melunasi hutangnya, Albert pun menantang Rex untuk bertaruh: jika Rex berhasil menjadikan “gadis biasa” sebagai model sampul majalah, maka seluruh hutang Rex dianggap lunas. Tapi jika Rex gagal, ia harus berhenti menjadi fotografer. Dengan penuh keyakinan, Rex menerima tantangan tersebut.

Pada suatu ketika, Rex dan Albert bertemu dengan Dessi, seorang pelayan di toko ikan. Albert pun memilih Dessi sebagai “gadis biasa” yang harus dijadikan Rex sebagai model sampul. Rex kemudian banyak melatih Dessi di bidang modelling, juga banyak mengajari Dessi tentang trik yang harus dilakukan wanita untuk memikat pria.

Jalan cerita di Tricks of a Woman amat mudah ditebak. Seperti dongeng, film ini menyulap gadis buruk rupa menjadi tuan putri. Namun secara keseluruhan, film ini cukup ringan dan menghibur. Satu lagi nilai plus dari Tricks of a Woman: Scott Elrod (pemeran Rex) tampak menawan di film ini. :)

Tuesday, September 7, 2010


Rating:
Category:Restaurants
Cuisine: Indonesian
Location:Jl. Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta

Restoran di sepanjang Jalan Palagan Tentara Pelajar sudah terkenal elit dan mahal. Entah kenapa, acara buka bersama dengan teman-teman SMA-ku diadakan di Ngomah, salah satu restoran di kawasan tersebut.

Dilihat dari tempatnya, Ngomah memang menawarkan suasana yang cozy dan romantis. Tempatnya luas, pengunjung dapat memilih untuk duduk lesehan atau menggunakan kursi. Terdapat taman di bagian tengah dengan sorotan lampu hijau yang indah untuk dijadikan latar foto.

Aku dan teman-teman kemudian mulai membuka daftar menu. Seperti yang sudah diperkirakan, harga makanannya tergolong mahal untuk restoran di Yogyakarta. Es teh Rp 5 ribu, es jeruk Rp 8 ribu, nasi goreng Rp 20 ribu, sate kambing Rp 20 ribu... Aku lupa harga menu lainnya, tetapi rata-rata harga makanannya berkisar di angka Rp 20 ribu.

Untunglah, restoran ini juga menyajikan menu paket yang diberi nama Parit Duo. Parit Duo menawarkan menu dan harga yang beragam, tapi yang paling murah adalah Parit Duo Satu. Dengan harga Rp 35 ribu, pengunjung dapat memperoleh 2 porsi nasi putih, 2 porsi ayam goreng lombok ijo, 2 porsi tahu dan tempe, dan 2 gelas es teh. Jadi, tiap orang hanya perlu membayar sebesar Rp 17.500 saja. Harga tersebut sudah termasuk pajak.

Namun ada satu hal yang amat mengecewakan dari restoran ini. Aku dan kedua belas temanku memesan makanan sekitar pukul 17.30, dan seluruh makanan baru tersaji lengkap pukul 18.30. Menu yang datang paling akhir adalah lauk utamanya, jadi mau tidak mau kami memang baru bisa makan jam segitu. Kami harus menunggu satu jam, padahal restoran tersebut sedang sepi pengunjung! Rasa makanannya pun biasa saja. Tapi untunglah, mereka menyajikan cocktail gratis pada waktu berbuka, sehingga kami bisa segera membatalkan puasa.

Ada satu hal lagi yang membuatku terheran-heran. Pada saat hendak memesan Parit Duo, kami bertanya terlebih dahulu, Rp 35 ribu adalah harga yang harus dibayar per orang ataukah dua orang. Si waitress pun menjawab, “sebentar, saya tanyakan dulu.”

Lalu pada saat waitress yang sama datang membawa bakul nasi, kami pun bertanya lagi, “satu bakul untuk berapa porsi, Mbak?” Si mbak waitress menjawab lagi, “sebentar, saya tanyakan dulu.”

Tak lama kemudian, seorang waiter datang membawa sepiring tahu dan tempe. Kami bertanya, “sepiring buat berapa porsi, Mas?” Si mas waiter pun menjawab, “sebentar, saya tanyakan dulu.” Zzzzzz.

Akhirnya, usai juga acara buka bersama malam itu. Setelah membayar, kami baru tahu bahwa member Ngomah memperoleh diskon sebesar 30%. Dan untuk mendaftar sebagai member pun pengunjung tak perlu mengeluarkan uang alias gratis. Ngok. Tau gitu kan tadi sebelumnya kami bikin member dulu...