Friday, October 22, 2010

Setelah memaki-maki jenis cowok playboy dalam dua tulisanku (Playboy, Brengsek tapi Disuka dan Sulitnya Setia), akhirnya aku justru takluk pada cowok tipe ini. Tragis. 

Perkenalanku dengan si kampret, ups maaf, maksudku sang pacar, terjadi sekitar bulan April. Waktu itu ia datang ke kampusku untuk membagikan flyer Gama Billiard Community (GBC). Saat itu beberapa temanku memang sedang senang bermain billiard, maka kami pun mencoba untuk ikut komunitas ini. Singkat cerita, dengan bergabungnya aku ke GBC, aku jadi sering bertemu dan cukup dekat dengan lelaki ini.

Akhirnya, tepat sebulan yang lalu (22/9), ia nembak aku. Sumpah, saat itu aku tidak sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Aku sedang dalam kesadaran penuh. Akal sehatku juga tengah dalam kondisi prima. Meski demikian, tampaknya mata dan telingaku berfungsi lebih optimal lagi, mengalahkan kerja kesadaran dan akal sehat. Aku pun menerimanya jadi pacarku.

Tak terasa kini sudah satu bulan kami memadu kasih (ngik!). Ia ternyata cukup bawel, memintaku menata rambut seperti ini, memakai sepatu seperti itu, melakukan olahraga begini, mengatur pola makan begitu. Ia juga selalu mencemaskan kerapihan rambutnya yang cepak. Ia sering jealous kalau aku ngomongin Lee Min Ho. Bahkan saat aku menulis posting-an ini, terbayang wajah resehnya yang berkata, “Yang, jangan nulis yang aneh-aneh ah di blog... Malu...” Zzz. Ke laut aje deh lu!

Tapi di sisi lain ia juga kerap melontarkan gombalan ringan namun efektif membuatku melayang. Ia tak segan mengajakku berdansa diiringi lagu dari MP3. Ia mengirimiku SMS pagi-pagi hanya sekedar untuk mengingatkan sholat shubuh. Ia rela selalu mengambil jalan memutar jika akan ke rumahku, karena ia pernah ditilang di Jalan Godean.

Terkadang rasanya aku ingin memplester mulutnya dan mengikatnya di Tugu, tapi kadang aku juga ingin memeluknya erat hingga perut buncitnya mengempis. Terkadang aku ingin menyeburkannya ke Selokan Mataram, namun kadang aku juga ingin membelai sayang rambutnya yang mirip kulit rambutan. Secara keseluruhan, dirinya adalah satu paket cantik yang mampu membuatku klepek-klepek. Dasar kampret, paling tahu cara mengambil hati wanita.

Sejauh ini aku masih enjoy menjalin hubungan dengannya. Yah, namanya juga baru satu bulan. Sampai sejauh mana kami akan bertahan, we’ll see.

P.S.: I Love you, Lutfi. Happy 1st month anniversary!