Wednesday, January 26, 2011

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: European
Location:Sagan, Yogyakarta
Saking seringnya membaca nama Pancake Company di situs jejaring sosial, aku pun jadi penasaran ingin menjajal tempat makan satu ini.

Sore itu, akhirnya kesampaian juga cita-citaku untuk hang out di Pancake Company. Tempat makan yang terletak di daerah Sagan ini baru buka pukul 16.00. Tapi hanya dalam waktu sekejap setelah buka, delapan meja di tempat tersebut langsung penuh terisi. Ruangan Pancake Company memang tidak terlalu besar, namun cukup cozy dan nyaman untuk nongkrong. Dinding-dindingnya dipenuhi oleh pajangan gambar-gambar keren dan lucu.

Menu yang ditawarkan juga beragam. Tak hanya pancake, tempat ini menyediakan poffertjees, spaghetti, fried fries, dan aneka macam minuman. Harganya juga cukup terjangkau. Setangkup pancake bisa dinikmati dengan membayar Rp 9 ribu. Jika ingin pancake kita dilengkapi es, cukup menambah Rp 2 ribu.

Ketika itu aku memesan Chococheese Pancake. Porsinya lumayan gemuk. Rasanya juga enak. Tapi, seperti hidangan manis lainnya, pada akhirnya kita pasti merasa eneg. Oleh karena itu amat disarankan untuk memesan minuman yang tidak terlalu manis, lemon tea misalnya.

Buat para mahasiswa yang pingin nongkrong lama dengan budget pas-pasan, Pancake Company bisa jadi alternatif. Selamat mencoba!
Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Silakan menyebutku ababil. Aku meminjam Remember Me di persewaan hanya karena film ini dibintangi oleh Robert Pattinson. Pada saat memutuskan untuk meminjam, aku bahkan tidak tahu genre film ini. Oleh karena itu aku cukup terkejut ketika menonton adegan pembuka dalam Remember Me: adegan pembunuhan.

Film ini berkisah tentang kehidupan Tyler Hawkins, seorang pemuda berusia 22 tahun yang hobi mabuk dan merokok. Orang tuanya bercerai, kakaknya bunuh diri, sementara itu adiknya cukup berbakat melukis tapi memiliki masalah dalam pergaulan.

Pada suatu malam, sepulang dari bar, Tyler terlibat sebuah perkelahian. Karena perkelahian itu pula, Tyler menjadi bermasalah dengan seorang polisi. Kebetulan, anak gadis polisi tersebut adalah teman sekelas Tyler di kampus. Tyler pun mendekati gadis yang bernama Ally Craig itu untuk membalas dendam pada sang polisi.

Secara keseluruhan, nuansa film drama satu ini cukup suram, sarat dengan trauma dan kepedihan. Namun bukan berarti film ini tidak romantis, Remember Me banyak menampilkan adegan mesra antara Tyler dan Ally. Meski tidak seringan drama remaja kebanyakan, namun jalan cerita film ini cukup mudah dicerna. Ending yang tak terduga juga membuat film ini menjadi lebih menarik.

Sunday, January 16, 2011

Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Pop
Artist:Endah N Rhesa
Setelah album perdana Nowhere to Go sukses terjual 18 ribu keping, Endah N Rhesa kembali hadir dengan album keduanya, Look What We’Ve Found. Album yang kental dengan nuansa Afrika ini berhasil membuat saya makin tergila-gila pada duo indie asal Jakarta tersebut.

Pada album yang dirilis September 2010 ini, duo yang beranggotakan Endah Widiastuti (vokal, gitar) dan Rhesa Aditya (bass) ini masih mengusung aliran ballad. Menurut Rhesa dalam sebuah interview di Radio Geronimo FM Desember lalu, ballad adalah musik yang bercerita. Oleh karena itu, setiap lagu dalam album ini memiliki jalan cerita masing-masing yang bisa kita nikmati. Dari sepuluh lagu akustik berbahasa Inggris dalam album Look What We’ve Found, berikut ini adalah beberapa track favorit saya: 

Tuimbe (Let’s Sing)
Kata tuimbe berasal dari Bahasa Afrika yang berarti “mari beryanyi.” Seperti judulnya, lagu yang kental dengan nuansa Afrika ini mampu membuat pendengarnya untuk ikut berdendang atau sekedar menggoyangkan kepala. Lirik lagunya positif, mengajak kita untuk bernyanyi dan berdansa bersama, melupakan sejenak permasalahan. Lagu inilah yang membuat saya tertarik untuk membeli album kedua Endah N Rhesa. Ingat, membeli, bukan men-download. :D

Waiting
Lagu dengan iringan guitalele yang ringan dan sederhana ini berkisah tentang wanita yang telah lama menyukai seorang pria. Ia menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya pada sang pria. Selain mendengarkan lagunya, kita juga sudah bisa melihat video klip lagu ini di YouTube. Sebuah video klip yang sama sederhananya dengan iringan lagunya, tapi amat menarik untuk ditonton.

Kou Kou the Fisherman
Dari judul lagunya sudah terlihat, lagu ini menceritakan kehidupan seorang nelayan bernama Kou Kou. Meski iringan musiknya santai, namun lagu ini mampu menggambarkan beratnya tantangan yang harus dihadapi nelayan.

Midnight Sun
Sebuah lagu dengan iringan gitar menghentak dan tempo cepat, mampu mengajak kita untuk ikut bergoyang.

Selain keempat lagu tersebut, masih ada enam lagu lain yang asik untuk disimak, seperti Monkey Song, Remember Me, Wish You Were Here, It’s Gone, dan The King. Ada pula sebuah lagu tanpa lirik berjudul Mirror Spell.

Jika Anda masih ingat, pada album pertama Endah N Rhesa terdapat lagu berjudul Uncle Jim. Pada album Look What We’ve Found, pasangan suami istri ini kembali mengangkat seorang tokoh bernama Kou Kou. Rupanya, duo ini memang berniat untuk membuat album trilogi. “Akan ada tokoh lain di album ketiga. Semua benang merah antara ketiga tokoh tersebut akan terbuka di album ketiga kami,” terang Rhesa.

Yeah, I really can’t wait to buy your third album, guys!
Rating:★★★
Category:Restaurants
Cuisine: European
Location:Kota Baru, Yogyakarta
Pada suatu malam yang selo, aku mengajak seorang sahabat untuk nongkrong di sebuah restoran baru yang tampak cozy dari luar. Namanya Koken Resto.

Pada restoran yang terletak di daerah Kota Baru ini, pengunjung bisa memilih untuk menyantap makanan di dalam atau di luar. Keduanya sama-sama asik. Di dalam, pengunjung bisa menikmati arsitektur unik bangunan bergaya Belanda. Mau yang outdoor juga tak kalah seru, ada sejumlah gazebo dengan penerangan remang-remang yang romantis. Setelah kebingungan beberapa saat, kami akhirnya memilih sebuah meja di teras, agar bisa menikmati pemandangan indoor maupun outdoor.

Seorang waiter dengan sigap langsung menghampiri kami dengan membawa daftar menu. Pada halaman pertama daftar menu, tertulis aneka warna Salad yang bisa dicecap dengan harga Rp 15 – 19 ribu. Masih terjangkau, pikirku. Saat membaca halaman kedua, barulah aku terperanjat. Tenderloin --- Rp 109 ribu. Di bawah Tenderloin, tertulis menu makanan yang aku lupa namanya, harganya Rp 199 ribu. WTF! Aku kemudian melihat harga minuman. Minuman paling murah adalah air mineral dan es teh, masing-masing harganya Rp 8 ribu. Sementara itu, aneka macam jus dilabeli harga Rp 12 ribu.

Akhirnya, dengan lebih mengutamakan faktor isi dompet ketimbang faktor gengsi, aku hanya memesan Spaghetti Bolognaise yang masih cukup terjangkau. Harganya Rp 29 ribu. Aku tak memesan minuman. Rasanya miris aja kalau harus merogoh kocek sebanyak itu untuk minuman, padahal persis di sebelah Koken Resto ada Circle K yang menjual air mineral seharga Rp 3 ribuan. Sementara itu, sahabatku memesan Chicken Scnitzel seharga Rp 29 ribu dan es teh.

Pelayanannya cukup cepat, seluruh pesanan telah tersaji kira-kira 15 menit setelah kami memesan. Saat mengantarkan pesanan, si waiter menanyaiku, “mau saya ambilkan air putih, Mbak?” Wah, gratis nih pasti. Aku pun langsung mengangguk setuju.

Nah, sekarang mulai masuk ke review makanannya. Dari sisi porsi, makanan di restoran ini terbilang cukup banyak. Amat banyak malah. Piringnya besar. Isinya penuh. Dari segi rasa juga lumayan enak. Sungguh, enak. Aku tidak sedang dalam kondisi lapar saat itu. Chicken Scnitzel milik sahabatku juga cukup lezat, bahkan lebih lezat dibanding Spaghetti-ku.

Secara keseluruhan, sebenarnya Koken Resto cukup memuaskan. Tempat cozy, pelayanan cepat, rasa enak, porsi besar. Tapi ya itu tadi, harganya sedikit mahal. Oh iya, tapi harga-harga yang kusebut di atas sudah termasuk pajak kok. Jadi, kalau lagi banyak duit, restoran ini layak sekali untuk dicoba. Kalau duitnya mepet tapi tetap ingin mencoba, pakai saja trikku. Beli makanannya aja, nanti pasti diberi air putih gratis. :)