Wednesday, April 13, 2011

I’m 23 now. Tepatnya, 23 tahun lebih satu hari. Ya, kemarin aku emang ulang tahun. Ulang tahun pertama di perantauan, jauh dari orang tua dan teman-teman dekat.

Tahun-tahun sebelumnya, hari ulang tahun selalu jadi momen yang kunanti-nantikan. I became a princess for one day. Everybody treated me special. I got a birthday surprise. I got some birthday gifts. And the most important thing, I was blessed to have my family and my friends surround me with so much love.

Tapi di ulang tahunku yang ke-23 kemarin, I really didn’t expect much. I didn’t expect everybody to treat me special, because I knew that they didn’t even know my birthday. Lagian, emang kenapa kalo aku ulang tahun? Who do you think you are, Starin? Kalo aku ulang tahun, apakah sopir angkot bakal ngegratisin ongkos angkotku? Apakah deadline kerjaanku bakal diundur? Apakah mobil-mobil di jalan bakal berhenti pas aku nyebrang? Nope. 

I realized then that there is nothing to be celebrated in our birthday. Jatah hidup kita di dunia justru makin berkurang seiring dengan bertambahnya umur. Semakin tua, semakin banyak juga beban yang harus kita tanggung. It really, really, doesn’t need to be celebrated.

Tapi nggak munafik juga, aku tetep seneng pas kemarin ada banyak orang yang ngucapin selamat ulang tahun via social media maupun sms. Aku terharu pas ternyata Nadia ngasih surprise kecil di pagi hari, ia muncul sambil bawa roti dan lilin. Aku bahagia baca status YM Kabol yang selama sehari memajang ucapan selamat buat aku. Thank you so much, I really appreciated that!

Walo tambah tua, tapi paling nggak, aku jadi tahu kalo banyak orang di dunia ini yang care sama aku. Perhatian mereka itu jadi terasa lebih spesial tahun ini, because I haven’t expected it before. Dan karena perhatian mereka, aku jadi semangat buat jadi a better person in this new age.

Selain itu, di tulisan ini aku juga pingin ngomong tentang target dan pencapaian. Tepat setahun lalu, aku bikin tulisan juga di sini tentang target di usia 22. Thanks God, aku udah memenuhi dua dari tiga target yang aku bikin sendiri. Dua target itu adalah: (1) lulus, dan (2) having a job. Dan target ketiga yang belum tercapai adalah: ketemu jodoh. Krik krik.

Oke, keinginan yang belum tercapai di umur 22 itu bakal kumasukin ke target di umur 23. Selain itu, di umur baru ini aku juga pingin punya pekerjaan tetap, dan pingin lebih berbakti pada orang tua dengan penghasilan yang kumiliki. Aku belum mikirin caranya, mungkin dengan mulai membuatkan tabungan haji atau membayari sebagian biaya sekolah adikku. Entah. I don’t know yet. Semoga ketiga target baruku ini bisa tercapai. Amin.
Image: pyqakici.blogspot.com