Tuesday, May 31, 2011

Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak-adikku semuanya cowok. Enak sih punya saudara laki-laki, apalagi kakakku orangnya baik dan dewasa banget. Tapi kadang-kadang tetep pingin tau juga gimana rasanya punya saudara cewek. 

Finally, aku bisa 'menemukan' kakak-kakak cewek di Jakarta ini. Namanya Mbak Tata sama Mbak Rini, mereka berdua temen kosku. Aku bahas satu-satu ya.

Mbak Tata yang asli Solo ini adalah penghuni kos terlama, udah lebih dari dua tahun ngekos di situ. Kebetulan kamarnya persis di atas kamarku, jadi kita sering ketemu trus jadi deket deh. Mbak Tata ini kerjanya di sebuah perusahaan pembuatan merchandise. Orangnya baik, sabar, dewasa, sederhana, kalo malem selalu tidur paling cepet, kalo makan selalu paling lama. Sebagai perantau senior, dia sering ngasih tau aku jalur busway dan angkot ke tempat-tempat yang mau kukunjungi.

Dari Mbak Tata inilah, aku jadi kenal sama Mbak Rini. Kamar Mbak Rini rada jauh sih dari kamarku, tapi dia sering main ke kamar Mbak Tata. Aku pun juga jadi ikut deket sama dia. Mbak Rini ini asalnya dari Medan, sifatnya juga khas orang Medan yang keras dan blak-blakan kalo ngomong. Makanya aku rada heran pas tau ternyata dia seorang costumer service sebuah bank. Menurut Mbak Rini, kadang dia emang nggak bisa ngontrol emosi pas lagi dimaki-maki costumer. Tapi ya gimana, demi pekerjaan dia harus berusaha.

Aku, Mbak Tata, dan Mbak Rini sering pergi bareng. Tiap kita jalan bertiga, pasti pada ngira kami kakak-beradik. Misal pas kita mampir di counter jam dan counter modem, para penjualnya pada sok akrab nanya, "kakak-beradik ya?" Kita bilang aja iya.

Tapi bener deh, aku emang ngerasa punya dua kakak cewek sejak kenal mereka. Aku bisa curhat macem-macem, dan mereka juga bisa nanggepin curhatanku layaknya seorang kakak. Emang sih, mereka bukan satu-satunya temen perempuanku yang lebih tua. Tapi suasana kos yang feels at home udah bikin rasa kakak-adik ini jadi makin nge-soul. Kalo curhat-curhatan misalnya, kan setting-nya di kamar. Kalo masak bareng, setting-nya di dapur. Jadi berasa keluarga beneran yang tinggal di satu atap. Trus pernah tuh pada suatu pagi, Mbak Tata bikinin aku burjo buat sarapan. Pas aku batuk, Mbak Rini bikinin aku jahe anget. Hal-hal kecil inilah yang bikin I love them as sisters.

Mbak Tata - Aku - Mbak Rini

Monday, May 30, 2011

Did you know, ada sekitar satu miliar orang di seluruh dunia yang pergi tidur dengan perut kelaparan tiap malamnya.

Hal itulah yang menggerakkan United Nations World Food Programme (UN WFP) buat menggelar acara jalan santai Walk The World, Minggu (29/5) pagi. Seluruh dana yang didapat dari acara ini nantinya bakal disumbangin buat 135 ribu anak-anak di Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat melalui program School Feeding selama setahun.

Acara jalan santai yang digelar di Senayan ini banyak pesertanya lho, lebih dari 5 ribu orang. Beberapa pengisi acara yang ikut memeriahkan Walk The World antara lain adalah SHE, XP Band, dan... my favourite musician, Luky Annash!

Sayangnya, waktu yang diberikan buat para penampil emang nggak terlalu banyak. Luky Annash cuma main dua lagu. Itu pun aku nggak tau apa lagu pertamanya, soalnya dia main lagunya orang. Nah, untuk lagu kedua, pianis indie asal Jakarta ini bawain Kritik Tanpa Solusi, sebuah lagu dari album pertamanya.

Luky Annash di Walk The World 2011

Overall, permainan piano Luky Annash emang amazing. Suaranya juga bagus kalo tampil live. Sayang dia kayaknya tampil di event yang salah, para peserta Walk The World pada sibuk ngunjungin stand-stand di sekitar panggung. Cuma dikit orang yang nonton penampilan Luky Annash.
Ya udahlah nggak pa-pa, yang penting akhirnya aku bisa nonton live performance musisi favoritku. Sukses buat Luky Annash, sukses juga buat acara-acara UN WFP selanjutnya.

Sunday, May 29, 2011

A hug is a great gift.
- Author Unknown - 

Sometimes, we don't need other people to give some advices. All we want from them is just a hug. A warm hug.

Image: businessmarketingsuccess.com

Saturday, May 28, 2011

Sometimes there is something that we want to say, but we can't because of some reasons.

It's probably not a nice thing to say.

It's probably contrary to public opinion.

Or it's probably a thing that we're forbidden to say.

And then we write it.

We try to explain what we want to say in another way, in a subtler way.

But sometimes, it's still a difficult thing to write.

I hate this condition.

Friday, May 27, 2011

Mungkin ada beberapa lagu yang ketika kamu mendengarnya, saat itu juga kamu langsung ngerasa, "aku banget nih lagu!"

Ya, lagu emang sering banget bisa menyuarakan perasaan terpendam kita. Biasanya sih perasaan cinta, hihihik. Satu tema yang kerap diangkat adalah tentang nggak enaknya 'digantung' dalam sebuah hubungan. Umumya sih cewek-cewek yang ngerasa kayak gini. Mereka pingin dapet kejelasan hubungan dari pihak cowok, tapi bingung juga gimana ngomongnya, soalnya malu kalo cewek move duluan. Biasanya lagu yang sering jadi theme song cewek-cewek ini adalah lagunya Maliq & D'Essentials. Coba aja liat penggalan liriknya: 

Coba Katakan (Maliq & D'Essentials)
Coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan dari apa yang dijalankan
Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Nah, tapi lagu itu kayaknya lebih cocok buat orang yang udah pacaran tapi masih belum pasti bakal kayak apa hubungan ke depannya. Kalo buat cewek-cewek yang 'digantung' pas masa PDKT gimana dong? Jangan khawatir, soalnya Vierra baruuu aja ngerilis single keduanya, Terlalu Lama, Mei 2011 ini. Untuk video klipnya bisa kamu liat di sini. Kalo liriknya, silakan dibaca di bawah ini. Enjoy your new theme song, girls! 

Terlalu Lama (Vierra)
Sudah lama ku menanti dirimu
Tak tahu sampai kapankah
Sudah lama kita bersama-sama
Tapi segini sajakah
Entah sampai kapan
Entah sampai kapan

Reff:
Hari ini ku akan menyatakan cinta, nyatakan cinta
Aku tak mau menunggu terlalu lama, terlalu lama

Sadarkah kau, ku adalah wanita
Aku tak mungkin memulai
Sadarkah kau, kau menggantung diriku
Aku tak mau menunggu

Thursday, May 26, 2011


Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Folk
Artist:Answer Sheet

Pertama kali denger lagunya Answer Sheet, aku sama sekali nggak nyangka kalo mereka adalah musisi indie Jogja. Kirain artis luar, sumpah! Aku pun langsung browsing tentang mereka, dan ternyata band yang terdiri dari Ogi dan Rebet ini udah ngeluarin EP (Extended Play) 26 Desember 2010 kemarin.

EP mereka berisi empat lagu yang semuanya menggunakan ukulele sebagai alat musik utama. Musik mereka terdengar minimalis dan simpel, tapi tetep asik, easy listening, dan unik. Nih aku kasih review beberapa lagunya. 

Stay, Leave
Ini adalah lagu Answer Sheet yang pertama kudengar, yang langsung sukses bikin aku jatuh hati sama mereka. Udah keliatan dari judulnya, lagu ini menceritakan tentang adanya dua pilihan, yaitu stay atau leave. Dan mereka pilih buat stay and then take the chance. Sarat makna ya, tapi lagu ini terdengar santai banget. Iringan ukulelenya juga asik!

A Love Beach, Sadranan
Entah kenapa awalan lagu yang dibuka dengan suara Ogi ini mengingatkanku sama musiknya The Beatles. Jenis suaranya Ogi mirip kali ya sama John Lennon, hahaha. Di lagu ini Ogi juga unjuk kebolehan bersiul (?!), sedangkan Rebet main keyboard. Tapi jangan kira lagunya jadi rame ya, tetep minimalis kok.

Selain kedua track itu, masih ada lagu The Pleasant Drink of United Ink yang juga asik, dan Summercat yang temponya rada cepet. Habis dengerin keempat lagu tersebut, aku masih nggak percaya kalo Answer Sheet itu musisi dalam negeri. Setelah liat video mereka di Youtube, baru deh aku percaya.

Overall, musik Answer Sheet yang unik, minimalis, dan menonjolkan suara ukulele cukup membawa angin segar di kancah musik Indonesia. Semoga aja mereka bisa segera mengeluarkan album. Great job, guys!

Wednesday, May 25, 2011

This is a story about the friendship between me and my beloved gank named Pengwalker. 

Kami bertemu pertama kali pada 15 Januari 2010 di Alun-Alun Utara Jogja, tepatnya di event Sekaten. Rada bingung juga sih ngejelasinnya kenapa kami bisa ketemuan. Jadi aku punya beberapa temen SMA yang, anehnya kami dulu justru nggak deket. Namanya Bagor dan Geo. Tapi melalui Yahoo! Messenger, kami mulai berhubungan lagi, bahkan aku juga chatting sama temen mereka yang bernama Ruli.

Kopi darat di Sekaten
Akhirnya kopi darat pun direncanakan. Aku bersama gengku Pengkierz menemui Bagor dengan geng Nightwalker-nya di Sekaten. Entah kenapa, kami langsung ngerasa ‘klik’. Seminggu kemudian, kami gaul bareng lagi ke sebuah kafe yang dilanjut ke warung nasi goreng. Di warung nasi goreng inilah kami sepakat buat melakukan merger geng. Pengkierz dan Nightwalker bersatu, maka jadilah namanya Pengwalker.

Merger geng di warung nasi goreng
Pengwalker ini anggotanya banyaaak. Dari Pengkierz ada tiga orang, yaitu aku, Kabol, dan Pengky. Sedangkan Nightwalker isinya adalah anak-anak Teknik Elektro UGM, ada Bagor, Geo, Ruli, Jeki, Cipto, Gumas, Ridho, Jabir, Didit, dan masih banyak lagi anggota tidak tetap.

Singkat cerita, kami sering main bareng. Entah karaokean, main uno, nonton, atau sekedar kumpul aja. Tiap ada yang ulang tahun, kami bikin surprise party dengan penceplokan telur sebagai acara wajib. Pengwalker juga pernah nginep bareng di rumah Kabol tanpa tujuan yang jelas.

Surprise party ulang tahunku
Nggak cuma di dalam kota aja, kami juga sering main bareng ke luar kota lho. Tanggal 31 Januari 2010 (cuma dua minggu setelah pertemuan pertama), kami rafting bareng di Sungai Elo, Magelang. Kami juga pernah rencananya mau ke Semarang, tapi karena permasalahan mobil, kami pulang lagi padahal udah sampai Kecamatan Secang, Magelang. Pengwalker juga sempet wisata bersama ke kebun teh di Solo.

Pose dulu sebelum rafting
Kami bener-bener menikmati setiap detik yang kami luangkan bersama. Walaupun kami sering saling ejek, saling maki, saling jebak, but those were beautiful moments to us. 

Kemarin, tiba-tiba Bagor meng-upload foto-foto di FB. Foto-foto itu berupa album foto bikinan Geo. Mudeng nggak? Jadi Geo bikin album foto nyata (bukan album foto FB) yang isinya memuat perjalanan Pengwalker selama ini. Trus foto album bikinan Geo itu di-upload sama Bagor. So sweet banget, mereka berhasil bikin aku ketawa-ketiwi inget kenangan lama.

Pas lagi mengingat-ingat indahnya persahabatan kami, tiba-tiba Kabol ngasih tau kalo Bagor bentar lagi ke Kalimantan. Padahal Gumas dan aku udah di Jakarta, Kabol di Bekasi, Cipto di Bali… Dan yang lain pasti juga bakal segera nyusul kerja entah di kota mana. Rasanya langsung sesek. Mellow  mendadak. Bisakah kami main-main kayak dulu lagi? Bisakah momen-momen indah itu terulang lagi? Akankah kami masih tetep sedekat ini kalo udah lama nggak ketemuan? Sekarang aja aku udah ngerasa jauh sama mereka.

Farewell party sebelum aku ke Jakarta
Minggu depan, insya Allah aku dan Kabol pulang ke Jogja. Kami udah rencana buat main lagi bareng Pengwalker, walo belom fix waktu dan tempatnya. Semoga aja pertemuan ini bisa menambah deretan kenangan indah kami. Ah, jadi nggak sabar buat main bareng kalian. I love you all, guys. :’)

Tuesday, May 24, 2011

Mungkin saat ini ada banyak cewek yang lagi sibuk mengira-ngira, sebenernya gimana sih perasaan cowok yang mereka suka? Does he feel the same way? Or he doesn't? 

Sebenernya nggak terlalu susah sih buat mengira-ngira, soalnya cowok adalah makhluk yang ekspresif. Kalo suka ya bakal ditunjukin, kalo nggak suka ya derita lo. Sayangnya, sedari kecil cewek-cewek emang udah dididik buat kegeeran. Mengutip dari film He’s Just Not That Into You, “we (ladies, -Red) are all programmed to believe that if a guy acts like a total jerk, that means he likes you.” Bego banget ya cewek-cewek? Jelas-jelas cowoknya brengsek, tapi tetep aja kita positive thinking. 

Hal ini nggak lepas juga dari dukungan sahabat-sahabat cewek. Misalnya nih ya, aku SMS gebetanku tapi nggak kunjung dibales. Trus ntar pasti sahabatku bakal bilang, “mungkin sekarang dia lagi sibuk, ntar malem mungkin balesnya, ditunggu aja...” Dan ternyata, sampai malam berganti pagi, si gebetan tetep nggak bales SMS. Lagi-lagi, sahabatku bakal membesarkan hatiku, “mungkin dia lagi nggak punya pulsa, sabar aja yaa...” 

Oh, please. Stop acting like that, girls. Sepemalu-pemalunya cowok, secupu-cupunya cowok, sesangar-sangarnya cowok, secuek-cueknya cowok, kalo dia suka sama cewek, dia pasti bakal nunjukin. Walopun mungkin emang cara PDKT-nya beda. Mungkin lebih lambat: kalo cowok lain SMS tiap hari, cowok pemalu cuma SMS seminggu sekali. Atau mungkin lebih ke arah temen dulu: kalo cowok lain nunjukin perhatian dengan kata-kata, cowok pemalu nggak nunjukin perhatian secara frontal. Tapi yang jelas, mereka pasti bakal make a move.

Jadi kalo kamu pingin tau perasaan gebetanmu, ya udah, diem aja. Nggak usah ngapa-ngapain. Kalo dia suka, pasti dia bakal ngehubungin kamu duluan. Tapi nggak usah ngarep ya, stay cool aja. Sambil lirik-lirik cowok lain juga, hihihi. Dan kalo ternyata hingga musim salju berganti kemarau dia tetep nggak ngehubungin juga, ya udah, berarti dia nggak suka. Simple, isn’t it?

Ah, banyak bacot ya aku. Tapi teori ini diambil dari kisah nyata kok, dari pengalaman temen-temen dan aku sendiri. Dari pengalaman-pengalaman itu pula aku belajar buat nggak terlalu kegeeran ataupun ngarep. If he loves me, he has to chase me! If he doesn’t love me, I’ll find another.

Monday, May 23, 2011

Mungkin lagi-lagi aku telat ya, aku baru tau game Quiz Parampaa seminggu yang lalu habis dikasih softfile-nya sama temen kosku.

Quiz Parampaa
Quiz Parampaa merupakan sebuah permainan yang asli marmos! Game ini terdiri dari 100 level, atau bisa juga dibilang 100 teka-teki, yang harus kita pecahkan. Ada sih teka-teki yang gampang, tapi banyak juga yang ngehek! Pemain bener-bener dituntut buat berpikir cerdik dan cepat dalam menyelesaikan tiap levelnya.

Salah satu contohnya nih ya, ada pertanyaan "lingkaran mana yang paling kecil?" Di bawah pertanyaan itu ada banyak lingkaran dengan berbagai ukuran. Tapi, walo aku udah nyoba ngeklik semua lingkaran, tetep aja jawabanku salah. Ternyata, jawaban yang benar adalah lingkaran pada huruf "i" yang terletak di kalimat pertanyaan. -___-

Atau, liat aja nih level 103 berikut yang ada di Quiz Parampaa 2, semacam sekuelnya gitu deh. Karena aku belom nyampe, jadi aku juga nggak tau jawabannya. :D

Level 103
Marmos banget kan pertanyaannya? Hahaha. Nah, sekarang, coba deh liat gambar tiga hati di pojok kanan atas. Di kuis ini, pemain emang dikasih tiga hati. Setiap salah jawab, hatinya berkurang satu. Kalo hatinya habis, ya udah, game over. Harus ngulang dari awal. Tapi untungnya, kayak kuis Who Wants To Be a Millionaire, Quiz Parampaa juga ada titik amannya. Di beberapa level, kita dikasih password. Dengan password ini, kalo kita mati, kita nggak perlu ngulang lagi dari level 1.

Tertarik pingin main? Tanya aja ke temen-temen kamu, siapa tau punya softfile-nya, hehe. Kalo nggak ada juga, kamu bisa main game ini secara online di sini. Happy playing!

Sunday, May 22, 2011

Be careful with your greediness. You might end up losing more instead of getting all you want.
- Starin Sani -   

Sometimes life forces us to choose, so choose it wisely. Don't be greedy, realize that we can't always get what we want.

  

Saturday, May 21, 2011

Mungkin sampe sekarang ada banyak pekerjaan yang belum sempet kita lakuin gara-gara sibuk. Biasanya sih kalo kayak gini kita bakal bilang, "ntar deh, kalo selo," atau kalimat sejenisnya.

Tapi kenyataannya?

Pas lagi selo pun kita tetep nggak melakukan pekerjaan itu.

Kita lebih milih buat bermalas-malasan, online, nge-game, jalan-jalan, atau apapun itu, yang jelas kita udah lupa sama janji ntar-deh-kalo-selo yang udah kita bikin sendiri.

Kalo aku sih, paling sering ngomong kalimat itu buat kasus ngeberesin kamar. Pas lagi weekdays, rasanya pingin banget pas weekend nanti ngebersihin kamar. Tapi pas hari Sabtu-Minggu tiba, it seems like there are a lot of interesting things to do yang juga cuma bisa kulakukan pas weekend. Akhirnya, planning ngeberesin kamar ini harus ngalah sama kegiatan lain yang lebih menarik, kayak jalan-jalan, nonton How I Met Your Mother, main Angry Birds, tidur siang...

Permasalahan klasik ya. Tapi permasalahan ini nggak akan selesai kalo bukan kita sendiri yang berusaha, berusaha buat nepatin komitmen kita sendiri. If you have the same problem as mine, coba deh tulis hal-hal apa yang pingin kita kerjakan pas lagi selo, trus tempel daftar itu di tempat yang gampang terlihat. Makin banyak, makin bagus. Biar kesadaran kita akan janji ntar-deh-kalo-selo ini jadi makin gede. Sebenernya aku nulis posting-an ini juga dalam rangka meningkatkan kesadaranku sendiri lho, hehe.

Dan kamu, aku yakin kamu lagi cukup selo sekarang, makanya sempet baca blog-ku. Habis ini langsung kerjain janji ntar-deh-kalo-selo kamu yah! ;)

Friday, May 20, 2011

I have posted My Top 5 Favourite Female Singers yesterday. Now, I'm going to share the list of my favourite male singers. 

1. Jason Mraz
Kata orang sih, nama Jason Mraz udah mulai terkenal sejak dia ngeluarin album kedua, Mr. A-Z. Tapi aku sendiri baru tau dan langsung nge-fans sama penyanyi asal Amerika ini habis dengerin single I'm Yours dari album ketiganya. Lagu-lagu Mraz yang bernuansa pop, reggae, jazz, dan ada hip-hopnya juga, plus suara keren dan gaya yang asik, udah sukses bikin aku suka sama dia. 
Discography: Waiting for My Rocket to Come (2002), Mr. A-Z (2005), We Sing, We Dance, We Steal Things (2008)





2. Bruno Mars
Penyanyi Amerika yang baru aja konser di Indonesia ini lagu-lagunya emang keren banget. Aku langsung nge-fans sejak denger single Just The Way You Are. Selain easy listening, liriknya juga sweet banget. Dan sekarang, giliran lagu Lazy Song yang selalu masuk dalam playlist-ku. Lagu-lagunya merupakan perpaduan antara pop, reggae, dan rock. As long as I know, Mars juga bisa main beberapa alat musik, kayak piano, gitar, dan bass.
Discography: Doo-Wops & Hooligans (2010) 



3. Luky Annash
Ini dia nih, penyanyi-pianis indie asal Jakarta yang lagi kusuka banget. Aku langsung suka sama Luky Annash sejak denger single Bahasa dari album pertamanya yang baru rilis April kemarin. Walopun menggunakan piano sebagai instrumen utamanya, tapi lagu-lagunya nggak berarti menye-menye lho. Ada unsur rocknya juga. Untuk review lengkap album pertamanya bisa dibaca di sini. 
Discography: 180° (2011)




4. Michael Buble
Walopun mengusung aliran jazz yang katanya susah dicerna, tapi Michael Buble bisa ngebuktiin kalo jazz bisa juga easy listening. Tapi jujur aku belum mulai suka sih pas penyanyi asal Kanada ini mulai beken dengan lagu Save The Last Dance For Me. Aku baru mulai nge-fans sejak dengerin lagu Everything dari album ketiga. Tambah suka lagi setelah keluar lagu Haven't Met You Yet dan single-nya yang paling baru, Hollywood.
Discography: Michael Bublé (2003), It's Time (2005), Call Me Irresponsible (2007), Crazy Love (2009)

5. Scott Moffatt
Seperti biasa, menulis nama kelima selalu jadi saat yang paling membingungkan. Ada banyak nama, tapi bingung siapa yang benar-benar layak masuk ke daftar top five ini. Akhirnya aku memutuskan buat masukin Scott Moffatt, idolaku semasa ABG, hihihik. Semasa masih bergabung di The Moffatts, sulung dari empat bersaudara ini merupakan gitaris sekaligus lead vocalist. Sekarang musisi asal Kanada ini emang udah nggak ngeluarin album lagi, tapi dia masih sering kok nge-upload video di Youtube pas dia lagi nyanyi sambil nggitar.
Discography: Chapter I: A New Beginning (1998), Submodalities (2000)

Thursday, May 19, 2011

I don't know why, I like female singers better than male singers. Here I want to share the list of my favourite female singers. 

1. Lenka
Aku udah suka sama Lenka Kripac sejak denger single pertamanya, The Show. Lagu ini emang easy listening dan ada kesan fun-nya. The Show juga kental dengan unsur piano yang, entah kenapa lagu dengan instrumen piano selalu bisa memikat telingaku. Aku makin demen lagi sama penyanyi indie-pop asal Australia ini habis tau kalo dia multi talent. She can sing, she can act, she can play piano, she can play trumpet, she can play tambourine, and she's a songwriter also. Baru-baru ini, Lenka merilis album keduanya yang dominan dengan nuansa elektronik.
Discography: Lenka (2008), Two (2011)



2. Colbie Caillat
Kecintaanku pada penyanyi pop asal Amerika ini bisa dibilang tumbuh bertahap. Nama Colbie Caillat baru kudengar pertama kali saat ia muncul di lagunya Jason Mraz yang berjudul Lucky, padahal ternyata sebelumnya ia udah mengeluarkan album pertamanya. Aku mulai suka sama cewek yang jago main gitar ini pas denger lagu Fallin' for You dari album keduanya. Kecintaanku bertambah pas aku denger lagu I Do dari album ketiganya.
Discography: Coco (2007), Breakthrough (2009), All of You (2011)





3. Frau
Aku suka banget sama penyanyi-pianis asal Jogja yang bernama asli Leilani Hermiasih ini. Like I said before, lagu yang kental dengan unsur piano selalu bisa membuatku jatuh hati. Jadi wajar banget kalo aku suka sama lagu-lagunya Frau yang banyak menyajikan permainan piano ber-skill tinggi. Apalagi Frau orangnya low profile banget, jadi makin nge-fans. Beberapa lagu favoritku dari album pertamanya adalah Mesin Penenun Hujan dan I'm a Sir. Pada konsernya Januari kemarin, Frau memainkan lagu-lagu yang rencananya bakal muncul di album keduanya. I really can't wait to buy it!
Discography: Starlit Carousel (2010)




4. Taylor Swift
Siapa sih yang nggak suka lagu-lagunya Taylor Swift? Terbukti penyanyi pop-country asal Amerika ini berhasil memenangkan empat Grammy Awards 2010. Sebenernya aku bukan termasuk Swifties yang tergila-gila sama cewek cantik satu ini. Tapi Love Story dan lagu barunya The Story of Us udah bikin aku masukin nama Taylor Swift ke daftar lima penyanyi cewek favoritku.
Discography: Taylor Swift (2006), Fearless (2008), Speak Now (2010)







5. Lady Gaga
Rada bingung sebenernya buat nentuin siapa nama terakhir yang masuk daftar top five-ku ini. Tapi akhirnya aku mutusin buat masukin nama Lady Gaga because of her uniqueness. Penyanyi pop asal Amerika ini emang selalu tampil nyeleneh dan lagu-lagunya pun juga 'beda'. Tiap karaoke, pasti adaaa aja yang request nyanyiin lagunya Lady Gaga, entah yang Poker Face, Paparazzi, Bad Romance, atau lagunya yang lain. Lama-lama jadi suka juga sama nih cewek.
Discography: The Fame (2008), The Fame Monster (2009), Born This Way (2011)





ADDITION
6. Angela Aki
OMG, bisa-bisanyaaa aku tadi kelupaan nulis nama Angela Aki! Padahal, tiap lagi butuh mood booster, aku selalu dengerin lagu Tegami milik penyanyi pop asal Jepang ini. Sampe sekarang, Angela Aki udah ngeluarin enam album. Tapi aku baru ngeh sama singer-pianist-guitarist ini pas dia ngeluarin album keenam dengan single andalan Mad Scientist. Aku pun mulai cari-cari videonya di Youtube. Dan ternyata, I love her songs!
Discography: These Words (2000), One (2005), Home (2006), Today (2007), Answer (2009), Life (2010)

Wednesday, May 18, 2011

Do you love chocolate? Then this dress should be out of your reach!
 
Look at this cocktail gown below.

Magnum Dress
Let's take a closer look at the beads.

The chocolate embellishments
Can you believe, those beads were made of real Belgian chocolate! Of course, it smells of chocolate, too. This dress was designed by Andreas Odang and shown at Clara Revival Night Lights, Friday (13/5). If this dress is stored in a cold room, it can last for a year.
Hmm... do you prefer to wear it or eat it?

Pictures taken from: http://dianarikasari.blogspot.com/

Tuesday, May 17, 2011


Hari ini libur Waisak. And because it's Tuesday, para pegawai negeri pun diliburkan pada Hari Kejepit Nasional yang jatuh pada hari Senin (16/5).

Walo kantorku nggak libur, tapi isu pulang kampung santer banget berhembus di sekitarku. Banyak temen sesama perantau yang memutuskan buat pulang kampung pada libur panjang ini. Aku emang nggak mungkin pulang saat ini, mengingat lagi banyaknya kerjaan kantor. Tapi mereka yang kembali ke kota masing-masing itu udah bikin aku pingin ngrencanain agenda pulang kampungku selanjutnya. 

Thanks God, bulan depan ada long weekend lagi. Aku pun langsung menghubungi Kabol sahabatku yang rajin banget kalo urusan pulang kampung. Aku mau nitip beliin tiket kereta ke dia. Tadi pagi, Kabol pun ngantri beli tiket. Alhamdulillah, kami dapet tiket kereta Jogja-Jakarta. Yang Jakarta-Jogja? Udah abis dong bok. Gila. Segitu banyaknya orang yang udah ngrencanain pulang kampung.

Tapi kayaknya, fenomena kangen kampung halaman ini cuma terjadi di kalangan perantau anyaran. Soalnya, temen-temen kosku yang rata-rata udah merantau setahun lebih pada adem ayem aja tuh dengan adanya long weekend. Mereka bahkan nggak tau kalo bulan depan bakal ada libur panjang lagi. Mereka juga kaget pas tau aku mau pulang, "Hah? Balik ke Jogja lagi? Bukannya baru bulan lalu?"

Umm... iya sih. Aku baru mulai merantau pada Februari. Aku balik ke Jogja bentar bulan April. Dan bulan Juni besok aku udah mau pulang lagi. Bulan Agustus, udah pasti pulang dong, kan Lebaran. Jadi intinya, tiap dua bulan aku pulang kampung. Duitku abis cuma buat ongkos pulang. Tapi ya udah sih, mau gimana lagi. Namanya juga perantau anyaran. Selama 22 tahun hidup di dunia, baru kali ini aku tinggal jauh dari rumah dan keluarga. Yah, moga-moga aja seiring dengan berjalannya waktu aku jadi terbiasa, dan bisa kayak temen-temen kosku yang nggak kalang kabut jelang long weekend.

Monday, May 16, 2011

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Jl. Kebayoran Lama Raya, Jakarta

Warung mie ayam ini keliatan biasa aja dari luar. Nothing special. Buktinya, aku baru tertarik nyoba makan di sini setelah dua bulan selalu melewatinya setiap pulang-pergi ke kantor. Dan ternyata, rugi banget aku baru mencobanya setelah dua bulan. Soalnya mie ayam di sini enak bangeeet! Nagih poool.

Harganya juga tergolong murah lho. Cuma Rp 8 ribu buat mie ayam biasa, dan Rp 10 ribu kalo mau ditambah bakso. Porsinya juga lumayan gede. Ada pangsitnya pula yang bikin rasanya tambah yummy.

Penasaran pingin nyobain? Susuri aja Jalan Kebayoran Lama Raya, Jakarta. Trus cari rumah makan padang Beringin, papan namanya warna biru mencolok. Nah, warung Mie Ayam Bandung Tegar Jaya persis ada di sampingnya. Warung ini kecil, cuma ada empat meja aja di dalamnya. Tapi percayalah, mie ayam di sini enak! You should try it!

Sunday, May 15, 2011

Anyone who has never made a mistake has never tried anything new.
- Albert Einstein -  

Yeah, he's absolutely right. So don't be afraid to make a mistake, and don't be proud if you haven't made any mistakes. Kesalahan itu wajar terjadi kok saat kita mencoba hal baru. Yang penting kita harus belajar dari kesalahan yang udah kita buat. Dan jangan sampe mengulang kesalahan yang sama ya, keledai aja nggak jatuh di lubang yang sama dua kali.

  

Saturday, May 14, 2011

Ingatanku bisa dibilang lumayan bagus, apalagi soal piutang. Tapi kalo udah menyangkut masalah rute jalan, wah, nyerah deh.

Kalo pergi ke tempat baru, jangan harap aku bisa ke tempat itu lagi sendirian keesokan harinya. Soalnya aku pasti udah lupa. Butuh beberapa kali ke sana lewat jalan yang sama sampe akhirnya aku bisa hafal rute jalan.

Memoriku emang payah banget dalam hal ini. Aku udah sadar itu dari dulu. Tapi yang baru aja kusadari adalah, betapa hebatnya orang-orang yang berprofesi sebagai sopir. Bisa-bisanyaaa mereka hafal jalan ke sini dan ke sana. They're awesome, aren't they?

Mungkin pekerjaan mereka emang bukan dream job yang diidam-idamkan banyak orang. Tapi nggak semua orang bisa jadi sopir lho. Butuh orang dengan ingatan jalan yang kuat. Kalo seorang sopir nggak apal jalan, wah, bisa diamuk penumpang. Coba deh kamu naik taksi dan si sopir nyasar berkali-kali. Pasti kamu bakal bete dan mikir, "ini sopir nggak becus beud sih."

Selain dituntut buat hafal jalan, sopir juga punya tanggung jawab gede terhadap keselamatan penumpangnya. See, kerjaan mereka nggak gampang. Salut deh buat para sopir!

Friday, May 13, 2011

Pernah nggak sih kamu ngalamin hari yang isinya siaaal mulu? Nothing’s going right, your day full of mess. Semuanya terjadi gitu aja, seolah kamu emang udah ditakdirin sial pada hari itu. 

Aku pernah ngalamin hari kayak gitu, dan aku yakin kita semua pernah. Makanya si Daniel Powter sampe repot-repot bikin lagu berjudul Bad Day, ya kan? Pas SD dulu, aku bahkan nganggep kalo Rabu adalah hari kesialanku. Soalnya aku emang selalu sial pas hari itu! Gara-gara sugesti juga kali ya, jadi tiap Rabu mood-ku udah jelek duluan.

Yah... mau sugesti apa enggak, yang namanya bad day itu emang ada. But everything happens for a reason. Mungkin hari ini kamu menganggap itu adalah sebuah kesialan. Tapi beberapa hari kemudian, kamu sadar kalo kesialanmu itu sebenarnya justru menguntungkan. Contoh ekstrimnya, misal kamu ketinggalan kereta malam ini. Eh ternyata, besoknya kamu liat di TV kalo kereta yang harusnya kamu naikin itu kecelakaan! It’s a lucky bad luck, isn’t it?

Atau, mungkin aja kesialan itu tetaplah kesialan. Tapi dia udah ngasih kamu sebuah pelajaran berharga. Contohnya kayak pas aku kehilangan dompet di kantin kampusku sendiri. Duitnya emang nggak balik lagi sih, tapi sejak saat itu aku jadi lebih ati-ati, bahkan di lingkungan yang udah aku kenal. Dan, karena ada yang bilang kalo ilang dompet itu tandanya kurang amal, aku pun jadi sering beramal. Err... setidaknya selama beberapa minggu setelah kejadian dompet ilang (-_-).

Hmm... masih ada lanjutannya sih. Alhamdulillah, beberapa hari kemudian surat-surat berhargaku (SIM, STNK, KTP) ditemuin petugas kebersihan kampus di tempat sampah. Pas ngambil surat-surat itu, aku basa-basi ngobrol-ngobrol dulu sama si bapak petugas yang bernama Basyori. Ternyata sehari-harinya dia nyambi jadi Abdi Dalem Keraton. Di akhir perbincangan, Pak Basyori mengeluarkan sebuah amplop berlogo Keraton dari tas pinggangnya. Itu adalah gaji bulanannya sebagai Abdi Dalem dan diberikan secara cuma-cuma ke aku! Cuma Rp 2 ribu sih, tapi kata orang, nyimpen duit Keraton itu bisa bawa berkah. Yah, percaya nggak percaya sih. Tapi yang jelas, hilangnya dompet udah bikin aku kenal akrab sama Pak Basyori.

Eh, jadi inget satu cerita lagi. Pas itu aku nggak sengaja ngejatuhin motor orang di parkiran kampus. Aku pun berurusan sama si pemilik motor dengan ditengahi oleh penjaga parkiran Pak Basuki. Yah, aku emang harus bayar biaya ganti rugi yang nggak sedikit, tapi habis itu aku jadi lebih ati-ati kalo mau parkir. Selain itu, aku juga jadi akrab sama Pak Basuki dan dia sering ngasih tempat parkir strategis buat aku, hihihi.

Jadi intinya, everything happens for a reason. Jangan sampe kesialan itu bikin kita bad mood seharian, kita justru harus berusaha learn something from that bad luck.

Thursday, May 12, 2011


Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Mitch Albom
Beberapa dari kamu mungkin udah ada yang pernah baca novel karangan Mitch Albom ini. The Five People You Meet in Heaven emang udah terbit beberapa tahun lalu. Buat yang belum baca, silakan beli atau cari pinjeman, soalnya novel ini inspiring banget! Nih aku kasih bocoran ceritanya.

Kayak yang udah keliatan dari judulnya, novel fiksi ini berkisah tentang lima orang yang ditemui Eddie setelah ia meninggal. Who is Eddie? Pria ini adalah seorang petugas maintenance di sebuah taman bermain. Bisa dibilang ia terjebak bekerja di sana, ia sama sekali nggak menikmati pekerjaannya dan merasa hidupnya nggak berguna. Sampai akhirnya, Eddie meninggal gara-gara sebuah kecelakaan di taman bermain. Di alam baka, ia bertemu lima orang yang memberi tahu pelajaran-pelajaran yang bisa diambil di setiap kejadian dalam hidupnya.

Berbeda dibanding novel lain, The Five People You Meet in Heaven diawali dengan bab berjudul "Tamat". Alur cerita yang digunain di sini emang maju mundur, tapi nggak ngebingungin kok. Selain dibikin penasaran, para pembaca juga bisa ikut memetik pelajaran dari orang-orang yang ditemui Eddie. Read it!

Wednesday, May 11, 2011

Sebagai alumni Jurusan Ilmu Komunikasi, masa aku nggak pernah posting tentang bidang yang kupelajari sih? Here I want to share a small part of my final assignment. Siapa tau bisa bermanfaat. Enjoy! 

Realitas Media dan Realitas Sosial

Kini manusia bisa dikatakan hidup di dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia media. Saat seseorang tidak dapat menemukan pengalaman dan informasi yang diinginkan dari dunia nyata, ia berusaha mencarinya di dunia media. Selain dapat menambah pengalaman dan informasi, memasuki dunia media juga membantu audiens untuk memahami dunia nyata dengan lebih baik.

Menurut W. James Potter (2004), informasi yang dicari audiens di media memiliki dua karakteristik umum. Pertama, pesan tersebut kelihatan nyata. Kedua, pesan itu memiliki sedikit "tambahan" dibanding realitas sehari-hari. Tanpa "tambahan" ini, tak ada alasan bagi pemirsa untuk mencari pesan media karena mereka sudah memperolehnya di kehidupan nyata.

Inilah yang dimaksud Potter dengan next-step reality -pesan ditampilkan seperti kenyataan agar serupa dengan pengalaman audiens, tapi pesan tersebut direproduksi dengan bahan tambahan yang membawanya satu langkah di luar kehidupan sehari-hari audiens. Realitas dimodifikasi dan diberi sedikit sensasi.

Realitas yang dibawa dan ditampilkan oleh media inilah yang disebut dengan realitas media. Realitas media memang mirip dengan apa yang terjadi di dunia nyata, namun sesungguhnya realitas media sama sekali bukan cerminan atas peristiwa sosial.

Karena terlalu sering melintasi perbatasan dunia nyata dan dunia media, audiens kerap mengalami kekaburan dalam membedakan realitas pada kedua dunia tersebut. Realitas media acap kali justru lebih dipercaya dibanding realitas sosial. Hal inilah yang disebut dengan hyperreality -replika sesuatu yang sebenarnya tak pernah ada, atau citra yang lebih nyata dibanding sesuatu yang direpresentasikannya (Merkhofer, 2007). Dalam hyperreality, kepalsuan dianggap lebih benar daripada kebenaran, isu lebih dipercaya ketimbang informasi.

Salah satu contoh hyperreality adalah tayangan reality show. Jean Baudrillard mendeskripsikan sebuah reality show berjudul "An American Family" untuk menjelaskan hal ini (Merkhofer, 2007). Pada tahun 1971, keluarga Loud difilmkan selama tujuh bulan. Produser tayangan tersebut menyatakan bahwa keluarga Loud hidup seperti biasa, layaknya kehidupan tanpa kru. Namun Baudrillard menyebutnya hyperreal, karena selama ada kamera, keluarga Loud tak mungkin bisa bersikap seolah tak ada kru di sana. Tayangan tersebut adalah sebuah representasi kenyataan yang tak mungkin ada tanpa kamera.

Di Indonesia sendiri, banyak pemirsa yang mempertanyakan realitas dalam reality show (Wiratmojo, 2010:55). Ketatnya persaingan antarprogram ber-genre tersebut membuat tiap reality show harus memiliki sesuatu yang berbeda dan menarik dibanding pesaingnya. Ia harus menampilkan sesuatu yang jarang atau bahkan tidak dialami pemirsa dalam kehidupan nyata. Untuk mewujudkannya, tak jarang sebuah reality show murni dibuat berdasar naskah, meski tetap diperankan oleh seseorang yang bukan aktor. Realitas di dalamnya tidak sama dengan kehidupan nyata, ia telah banyak dimodifikasi dan ditambah dengan sensasi. Meski demikian, masih saja ada pemirsa yang menganggap cerita dalam reality show benar-benar nyata.

Tuesday, May 10, 2011

Dua bulan terakhir ini, aku punya jadwal rutin tiap malem: nonton How I Met Your Mother (HIMYM). 

Rada telat sih sebenernya. Eh, bukan rada lagi, tapi telat BANGET. Serial komedi HIMYM udah tayang di Amerika sana sejak 2005. Tayangan ini sekarang udah mencapai season-nya yang ke-6 dan masih belom selesai juga. Yah, mungkin bakal jadi kayak Friends yang baru tamat setelah 10 seasons alias 10 tahun. 

Well, di antara kamu barangkali ada yang lebih telat lagi dibanding aku, belom nonton HIMYM. Kalo iya, aku bener-bener saranin kamu buat mulai nonton! Soalnya serial ini lucu buangeeet! Penasaran? Coba deh buka forumnya Indowebster, di situ ada link lengkap HIMYM dari season 1 – 6 yang bisa kamu download secara gratis. Untuk subtitle-nya, kamu bisa klik di sini.

Yak, sambil nungguin download-nya kelar, aku kasih gambaran dulu ya soal serial ini. Ada lima tokoh utama di HIMYM, yaitu Ted Mosby, Robin Scherbatsky, Marshall Eriksen, Lily Aldrin, dan Barney Stinson. Serial ini mengisahkan perjalanan panjang Ted sampe bisa ketemu sama istrinya. Tapi kisah ini pura-puranya diceritakan oleh older Ted ke kedua anaknya, makanya judulnya How I Met Your Mother.

Tokoh yang paling aku suka di serial ini ya si Barney. Beberapa kalimat khasnya banyak ditirukan orang-orang, kayak: 

“It’s gonna be legendary!” 

“Suit up!” 

“When I get sad, I stop being sad and be awesome instead.” 

Yeah, tokoh Barney ini emang rada sombong dan congkak, tapi justru di situ lucunya! HIMYM nggak akan semenarik ini tanpa tokoh Barney. Tokoh-tokoh lain juga oke lho, mereka punya karakter masing-masing yang cukup kuat. Sejauh ini sih aku baru nonton sampe season 3. Tapi beneran deh, setiap episodenya tuh mampu bikin aku pingin nonton lagi dan lagi. It’s awesomely addictive! Soalnya penasaran banget sama siapa yang akhirnya jadi istri Ted nanti. Coba deh nonton satu episode, pasti ketagihan. 

How I Met Your Mother

Monday, May 9, 2011

Everything is digital now. Hidup emang jadi lebih praktis, tapi ada juga hal-hal di jaman analog yang tentu akan kita rindukan. 

Kemarin, aku dan Nadia main ke rumah seorang teman. Di sana, kami ketemu sama neneknya yang ternyata pengalaman masa mudanya bener-bener awesome! Beliau sempat memamerkan foto-fotonya yang tersimpan rapi di beberapa album foto. Dan tiba-tiba aku tersadar. 

Saat tua nanti, akankah aku punya album foto yang bisa kuperlihatkan dengan bangga ke anak-cucuku? 

Seingetku, album foto di rumahku cuma nyimpen gambar-gambar semasa aku bayi hingga SD. Untuk foto jaman SMP, hmm... kayaknya masih ada sih di beberapa album foto tipis, gratisan dari tempat afdruk foto. Foto-foto setelah itu? Tersimpan di CD, flashdisk, komputer, laptop, handphone, album foto Friendster dan Facebook. 

Aku udah lupa kapan terakhir kali nyetak foto. Inget sih sebenernya, yaitu pas nyetak pas foto 3x4 buat wisuda. Hey, tapi bukan nyetak foto kayak gitu maksudku! Tau kan, maksudku adalah foto yang sengaja dicetak buat dipasang di album besar tebal ber-cover elegan. Padahal, dibanding pas aku masih bayi, tentu sekarang aku udah foto ratusan kali lebih banyak! Tapi foto-foto itu pada akhirnya cuma berakhir di Facebook.

Emang sih, gampang aja kalo kita mau liat lagi foto-foto lama. Tinggal klik sana-sini. Tapi rasanya lebih sweet aja kalo gambar-gambar itu tersimpan di sebuah album yang nyata, yang bisa kita raba. Yang dari wujudnya kita bisa mengira-ngira album itu udah seberapa tua. Yang lembar demi lembarnya bisa kita balik dengan tangan, bukan dengan cursor mouse.

Biasanya sih orang nikahan pasti bikin album kayak gitu. Tapi itu kan kuraaang! Masa aku cuma punya album pas bayi dan SD, trus tiba-tiba aku udah nikah? Rasanya ada bagian yang hilang. 

So, tenang aja ya anak-cucuku. Nanti pas aku sempet dan ada duit, insya Allah aku bakal nyetak foto-foto masa remajaku dan memasangnya di sebuah album. Aku pingin banget besok bisa cerita, “ini foto Mama/Eyang dulu pas lagi...”

Yah, semoga impian kecil ini bisa terwujud. Amin.

Sunday, May 8, 2011

Do not overrate what you have received, nor envy others. He who envies others does not obtain peace of mind.
- Buddha - 

Yup, daripada iri sama apa yang diperoleh orang lain, lebih baik kita syukuri apa yang udah kita peroleh. Tuhan itu Maha Adil kok. Semua orang punya rejekinya sendiri-sendiri. Jadi ngapain juga menuh-menuhin pikiran dengan sirik sama orang lain? Kita malah makin rugi.

Saturday, May 7, 2011

Oh my God. Aku udah mulai demen bersepeda sejak Februari 2010, gabung di komunitas Jogja Folding Bike (JFB) April 2010, dan beli sepeda lipat pada Juli 2010. Tapi aku sama sekali belom pernah nulis tentang sepeda di blog! Not even one post! 

Hmm... bingung juga sih mau fokus ngomongin apa di tulisan ini, soalnya ada banyak banget cerita seru sejak aku mulai hobi bersepeda. Tapi yang pasti, aku harus cerita tentang sepeda yang selama ini menemaniku berpetualang. Namanya Vita. Ia adalah sepeda lipat dengan merk Element model Legend. Warnanya hitam. Bagian poros rodanya berwarna merah. Dulu, di bagian setang ada bel berkompas yang warnanya juga merah, matching sama poros roda. Tapi karena Vita sempet jatuh, bel berpenunjuk arah itu pecah dan kuganti dengan bel kubah berwarna kuning keemasan.

Aku dan Vita
Februari lalu, aku hijrah ke Jakarta. Aku memutuskan buat nggak bawa motor Revo merahku, dan sebagai gantinya aku bawa Vita. Minggu-minggu pertama di ibu kota, Vita hampir nggak pernah kusentuh. Alasannya simple aja sih, karena nggak ada temen sepedaan. Syukurlah, awal April kemarin akhirnya aku bisa sepedaan lagi, sama kakakku dan temen-temennya. Kami mengayuh sepeda ke Jalan Sudirman, yang tiap hari Minggu pekan kedua dan keempat diabdikan buat Car Free Day (CFD). Sejak saat itu, aku tau harus menghubungi siapa kalo pingin sepedaan. 

Temen-temen sepedaan di Jakarta
Jujur, aku seneng banget sepedaan pas CFD. Jalan Sudirman yang hari-hari biasa penuh dengan mobil, saat CFD jadi milik para pesepeda. Jalannya mulus, lebar, panjang. Di kanan-kiri jalan juga sering ada panggung kecil yang menampilkan band-band. Bandnya pun nggak melulu band yang kurang beken lho, dulu pernah ada The Dance Company main di salah satu panggung.

Bundaran HI pas CFD
Dulu, di Jogja juga sempet sih ada CFD. Tapi yang digunakan adalah Jalan Malioboro yang ‘cuma' sepanjang itu. Dan kalo nggak salah inget, CFD-nya cuma sejam aja, dari jam 7 sampe jam 8. Kesannya nggak niat banget kalo dibandingin sama CFD di Jakarta yang berlaku dari jam 6 sampe jam 12. Tapi ada juga hal-hal yang ada di Jogja dan nggak bisa, atau mungkin belum, kutemuin di Jakarta.

Yang paling khas ya event Jogja Last Friday Ride (JLFR). Acara sepedaan ini diadain tiap Jumat sore pada minggu terakhir dalam suatu bulan. Jadi cuma sekali aja dalam sebulan. Di JLFR, orang-orang dengan berbagai macam sepeda, mulai dari sepeda lipat, fixie, onthel, sepeda tinggi, sepeda rendah, hingga MTB, berkumpul buat sepedaan bareng. Biasanya sih start di Stadion Kridosono dan finish di nol kilometer (perempatan Kantor Pos). Tapi rutenya beda-beda tiap bulan, jadi nggak bosen. Acara ini gratis dan bisa diikuti siapa aja tanpa harus daftar dulu atau ada persyaratan lain, jadi ya emang beda sama acara fun bike

Pas JLFR
Sejauh ini sih rekor sepedaanku sekitar 50 km, yaitu pas aku nyepeda sama temen-temen JFB dari rumahku di Jalan Godean sampe ke daerah Imogiri, trus pulang lagi ke Jalan Godean. Tapi yang paling capek ya pas nyepeda sama temen-temen komunitas SPSS (Sabtu Pagi Sepeda Santai) muter-muter Jogja bagian barat dan utara. Jaraknya ‘cuma' sekitar 40 km sih, tapi temen-temenku yang kebanyakan cowok itu pake MTB, sedangkan aku hanyalah cewek mungil bersepeda lipat. Kebayang kan ngos-ngosannya aku berusaha biar nggak ketinggalan? Untung pada akhirnya ada temen yang berbaik hati nawarin aku pake MTB-nya. 

Well, mau di Jakarta, Jogja, atau di kota lain, aku sih pinginnya bisa terus sepedaan. Sebenernya aku bukan orang yang suka olahraga. Aku nggak suka capek dan berkeringat. Tapi entah kenapa, rasa fun yang kudapat dari sepedaan bisa ngalahin semua rasa capek itu. Semoga aja habit sehat ini bisa terus kupertahankan, bahkan sampai tua. 

Friday, May 6, 2011

Hey fashion and food freak, I have a good news for you. Tanggal 14-29 Mei besok, bakal ada Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) ke-8. Event bergengsi ini akan digelar di Sentra Kelapa Gading.

Tahun 2011 ini, JF3 mengangkat tema inculturation. Dengan maksud, karya-karya yang muncul dalam festival ini bisa bernuansa modern tapi tetep nggak meninggalkan keunikan budaya asal. Ada sedikit perbedaan antara JF3 kali ini dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, karnaval diadain pas hari terakhir. Sedangkan pada JF3 yang sekarang, karnaval ditaruh pas malam pembukaan. Karnaval tahun ini pasti bakal seru banget, karena akan ada 600 peserta berkostum atraktif yang diiringi kendaraan hias! Sayang tiketnya mahal, Rp 60 ribu kalo beli sekarang dan Rp 75 ribu setelah tanggal 8 Mei.

 Tapi tenang aja, kalo nggak bisa nonton karnavalnya, masih ada food festival . Bakal ada bermacam-macam kuliner asli dari berbagai daerah di Indonesia. Kalo mau jajan di sini, kita harus menukarkan uang dengan kupon. Jadi ntar kita bayarnya pake kupon itu. Lucky me, aku dapet 20 kupon gratis! Satu kupon kayaknya setara dengan Rp 5 ribu deh. Sayang kuponnya nggak bisa diuangkan, hahaha.

Buat yang pingin liat gambarannya, nih ada foto-foto JF3 tahun sebelumnya.

Carnival
Fashion Show
Tertarik pingin dateng? Silakan menabung dari sekarang.  

Thursday, May 5, 2011


Rating:★★★★★
Category:Music
Genre: Pop
Artist:Luky Annash
A few weeks ago, aku denger sebuah lagu yang kental dengan nuansa piano di radio. Aku kira itu lagu barunya Frau. Tapi ternyata, lho kok yang nyanyi cowok? Later I know that it’s a song by Luky Annash.

Sebelum mulai me-review album pertama Luky, let me introduce him first. Luky Annash sebenarnya bukanlah muka baru di dunia musik. Kedua kakaknya, Eka dan Rully Annash, adalah personil grup musik rock The Brandals. Luky sendiri udah main piano sejak usia 12 tahun. Tahun 2005, ia mulai jadi additional keyboardist The Brandals. Selain itu, Luky juga gabung di The Dissidents, band yang kerap mengiringi Tika, penyanyi eksentrik asal Jakarta. Yap, we often call them Tika & The Dissidents.

Akhir 2010 lalu, Luky released his first single, Bajingan Ibukota. Lagu rock ini bisa di-download gratis dan legal di internet, termasuk di official website, Myspace, dan Facebook Luky. Meski lagu Bajingan Ibukota udah lama keluar, tapi album perdana Luky yang berjudul 180° ini baru dirilis 27 April lalu. Kenapa diberi judul 180°? Karena album ini menceritakan perjalanan seseorang dalam menjalani tahap kehidupan, di mana keadaan bisa berubah 180°.

Album yang dirilis oleh Demajors ini berisi sebelas lagu, yaitu Kaki Langit, Kritik Tanpa Solusi, Musik, Bahasa, Pertunjukan Malam, Bajingan Ibukota, Dewasa, Disturbia, Jakarta, Siksa, dan Kaki Langit (Reprise). Lumayan susah buat mengategorikan aliran musik Luky, karena lagu-lagunya emang sangat berwarna. Ada yang iringan pianonya sweet banget, tapi ada juga yang gahar dan penuh emosi. Hmm... kayaknya tepat deh kalo ada yang bilang Luky adalah penyanyi pop eksperimentalis.

Here, I want to share some of my favourite tracks:

Bahasa
Ini adalah lagu pertama Luky yang kudengar. Yap, inilah lagu yang kudengar di radio dan awalnya kukira dibawain sama Frau. Inilah lagu yang bikin aku langsung browsing di internet tentang pria ini. Inilah lagu yang bikin aku beli album 180°. Dentingan piano di lagu ini terdengar manis tapi ada sisi fun-nya.
“Aku dan kau berjuang dengan bahasa melawan kebodohan yang terus berkuasa...”

Musik
Lagu pertama yang diciptain Luky ini terdengar sweet banget. Temponya slow, rasanya damai. Sebelum album 180° keluar, lagu ini udah bisa di-download di internet. Tapi seolah nggak mau ngecewain pembeli albumnya, lagu Musik hadir dengan aransemen baru di album ini. Love it!
“Rabu dia coba berdoa, Sabtu dia terus berdosa... Musik... Oh, bukankah dunia nyata...”

Dewasa
Satu lagi lagu slow Luky yang aku suka. Tapi slow-nya beda lho dibanding lagu Musik tadi. Lagu ini lebih terkesan sendu dan kayak menyimpan kegeraman (halah apa sih Star, hahaha).
“Kembali dewasa, tak lagi mudah untuk berubah...”

Kayaknya lagu yang ku-review temponya pelan semua ya. Padahal ada juga kok track yang nge-beat cenderung nge-rock, kayak Kritik Tanpa Solusi, Bajingan Ibu Kota, dan Disturbia. Overall, I really heart this album. Album ini benar-benar bisa membuktikan bahwa piano nggak cuma identik dengan lagu mellow.

Wednesday, May 4, 2011

Udah lama rasanya aku nggak nulis tentang cowok. Terakhir ya pas aku curhat tentang pacar playboy-ku itu, sekitar bulan Oktober. But now I have broken up with him. Trus, apa kabarku sekarang? 

Overall, my life is fine. Tapi kalo subhidup berjudul “love life”, hmm... I don’t know. I’m still looking for Mr. Right. And it’s uneasy. Karena jujur aku sendiri juga bingung kriteria cowok yang ‘right’ buat aku. Dapet cowok baik-baik, bosen. Dapet bad boy, bete sendiri. Berarti ya idealnya, aku dapet cowok yang tengah-tengah aja, nggak terlalu nice guy tapi juga nggak bad boy banget. Tapi masalahnya sampe sekarang belom ketemu.

Aku nggak tahu apakah ini udah saatnya aku panik atau belum. I’m 23 now, and I plan to get married at 25. Waktuku tinggal dua tahun lagi dan aku nggak kunjung bertemu Mr. Right. Tapi di sisi lain, aku masih enjoy dengan status single. Soalnya bisa centil sana centil sini, ihik ihik.

Jadi yang aku lakukan sekarang ya nunggu aja. Aku percaya kok Tuhan selalu punya cara buat mempertemukan kita dengan Mr. Right. Nggak sengaja tubrukan di jalan atau tiba-tiba jatuh cinta sama musuh kita, misalnya. Duh, aku kebanyakan nonton sinetron nih kayaknya, hahaha.

Tapi serius lho! Maksudku, asal kita nggak ngendon terus aja di dalam rumah, ntar pasti juga ketemu kok. Nggak usah terlalu ngoyo sampai every single second in our life kita habisin buat nyari Mr. Right. Kalo kayak gitu, kesannya malah you’re pathetic. 

Yang penting kita selalu sadar penampilan and be nice to everybody aja. Selain menguntungkan diri sendiri dan orang lain, siapa tahu kita bertemu dengan cowok impian hari ini? Jadi buat para sesama single ladies (berasa di Take Me Out Indonesia), nggak usah terlalu kelimpungan nyari Mr. Right. He’s somewhere out there, also waiting to meet us.

Image: rightthevision.wordpress.com

Tuesday, May 3, 2011

Aku nggak habis pikir sama orang-orang yang berusaha keras buat mencari kebahagiaan. Because, we can find happiness everywhere. 

Buat aku,

kebahagiaan itu adalah saat Mamah nelepon nanyain kabar.

kebahagiaan itu adalah saat temen kos bikinin secangkir jahe hangat pas aku lagi batuk.

kebahagiaan itu adalah saat bersepeda sama temen-temen di Car Free Day.

kebahagiaan itu adalah saat nemuin album Luky Annash di toko CD, padahal sebelumnya mas penjaga toko bilang CD itu nggak ada.

kebahagiaan itu adalah saat melihat namaku terpampang di artikel sebuah majalah remaja.

kebahagiaan itu adalah saat bisa melewati level demi level game Angry Birds.

kebahagiaan itu adalah saat menonton episode demi episode How I Met Your Mother.

kebahagiaan itu adalah saat makan Lele Pak Haji sepulang kerja.

kebahagiaan itu adalah saat Mas Pengantar Galon yang kutunggu-tunggu akhirnya datang.

kebahagiaan itu adalah saat membaca di timeline bahwa Liverpool menang.

dan masih banyak lagi hal remeh yang bikin aku seneng.

Happiness is everywhere, we just have to appreciate what do we have.

Monday, May 2, 2011


Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Pertama kali baca judulnya, mungkin kamu bakal langsung inget sama sebuah film Korea di awal tahun 2000-an. Tapi bukan film itu yang mau ku-review di sini, it’s a different movie. My Sassy Girl yang ini adalah film barat yang diproduksi tahun 2008.

Film ini bercerita tentang pertemuan pertama Charlie Bellow (Jesse Bradford) dengan cinta pertamanya, Jordan Roark (Elisha Cuthbert). Saat itu, Jordan lagi mabuk berat di stasiun. Ia hampir terserempet kereta kalo Charlie nggak menolongnya. Sejak saat itu, mereka jadi sering ketemuan.

Jordan ini sebenernya bisa dibilang agak sinting dan kasar. Maklum aja deh, dia baru pisah sama tunangannya. Walau demikian, tetep aja Charlie jatuh cinta sama cewek satu ini. Tapi bagaimana dengan Jordan? Does she also fall in love with Charlie?

Kalo kamu suka film ber-genre drama romantis, kamu pasti suka My Sassy Girl. Banyak kalimat manis-cenderung-gombal yang diumbar dalam film berdurasi 92 menit ini. Jalan ceritanya pun nggak mudah ditebak. Tapi emang ada beberapa kejanggalan, kayak misalnya setelah setahun berlalu, potongan rambut Charlie dan Jordan masih tetap sama (it’s weird, isn’t it?). Tapi overall, My Sassy Girl lumayan menarik kok buat ditonton.

Sunday, May 1, 2011

Selama tahun 2010, blogku cuma penuh dengan curhatan skripsi. Beberapa orang emang ngaku ngikutin serial Starin dan Skripsi karena bisa ngasih gambaran dan motivasi buat mereka. Tapi, emangnya cuma itu ya fungsinya blog? Cuma buat curhat? 

Aku nggak tahu, apakah kalian juga ngrasain apa yang kurasain. Sejak eksis di social media, terutama Twitter, rasanya aku emang rada males buat nulis di blog. Tiap ada kejadian seru, aku langsung nge-tweet. Tiap ada foto keren, aku langsung meng-upload-nya via mobile. There is nothing left to share on blog. Kecuali ya itu tadi, curhatan. Curhatan versi panjang, lebih tepatnya. Because I have shared the shorter version on Twitter.

Tapi di jaman sekarang, siapa sih yang masih minat baca tulisan panjang? I used to blame Twitter for it. Aku dulu nyalahin Twitter karena keterbatasan 140 karakternya bikin kita jadi terbiasa baca tulisan singkat, bikin kita nggak kuat lagi baca tulisan panjang.

Tapi setelah kupikir-pikir, teknologi itu kan netral. Begitu pula dengan Twitter sebagai salah satu produk teknologi. Yang menjadikannya berdampak positif atau negatif ya penggunanya sendiri. Kalo kita ngrasain efek negatif dari Twitter, berarti kitanya yang harus berubah biar nggak terus-terusan kena efek itu. 

Like I said before, kehadiran Twitter udah bikin aku -dan mungkin sebagian dari kamu- males nge-blog. Tapi itu bukan salah Twitter dong. Salah kita sendiri yang terlena. Biar nggak terlena? Ya bangun! In this case, ayo kita mulai nge-blog lagi. Perkara siapa yang mau baca tulisan panjang, itu urusan nanti. Yang penting sekarang, mari menjalankan lagi kebiasaan menulis, lebih dari 140 karakter tentunya. Mari kita curahkan pemikiran kita secara lebih mendalam, nggak cuma di permukaan. Yuk mari. :D