Monday, June 27, 2011


Lagu ini dibawakan Kahitna dalam acara syukuran ulang tahun mereka yang ke-25 di Pisa Cafe and Resto, Jumat (24/6)
Merayakan hari jadinya yang ke-484, Jakarta kembali menggelar event besar tahunannya, Pekan Raya Jakarta (PRJ). Selain dimeriahkan berbagai stand, acara yang berlangsung dari 9 Juni sampai 10 Juli 2011 ini juga menampilkan banyak bintang tamu.

Seneng banget, duo favoritku Endah N Rhesa berkesempatan manggung di PRJ pada hari Sabtu (25/6). Kebetulan, Maliq & D'Essentials juga dijadwalkan tampil pada malam yang sama. Aku, Kabol, Gumas, Ruli, Baskara, dan Wilis pun hari itu semangat buat dateng ke PRJ yang berlokasi di Kemayoran.

Jam 17.00, kami berenam udah kumpul di Monumen Nasional (Monas). Menurut kabar burung, di sana ada bus khusus yang disediakan buat nganter-jemput pengunjung ke PRJ. Ternyata emang bener sih ada bus, tapi antrian buat naik bus gratisan itu adalah sakbajek kere alias panjang banget! Menurut seorang ibu panitia, ada empat bus yang disediakan, masing-masing berkapasitas 80 orang. Kalo nggak macet, bus itu bisa dateng tiap 15 menit. Berhubung Jakarta selalu macet, maka rencana itu pun hanyalah mimpi. Akhirnya, aku sama temen-temen memilih buat naik taksi aja. Ternyata lumayan deket kok dari Monas, cuma sekitar Rp 25 ribu kalo naik Blue Bird.

Jam setengah tujuh, kami sampai di pintu utama PRJ. Habis bayar tiket masuk Rp 25 ribu, kami pun masuk ke arena PRJ yang, just like we thought, rame buangeeet! Udah kayak pasar. Mau jalan aja susah. Dan mungkin emang disengaja kali ya, panggung utama ditaruh paling ujung! Jadi kami harus melalui perjalanan jauh sebelum akhirnya bisa mencapai panggung.

Singkat cerita, satu jam kemudian kami udah di sekitar panggung. Yang tampil baru band-band kurang terkenal, tapi para penonton udah memadati area strategis depan panggung. Makin malem pasti makin penuh. Aku ngajak temen-temenku maju, tapi mereka memilih buat duduk kalem aja di belakang. Zzz. Aku yang freak kalo udah masalah beginian pun dengan heroiknya (?) pergi sendiri ke depan panggung, mencari celah yang bisa ditempati buat nonton. 

Finally, sekitar jam 20.30 Endah N Rhesa muncul! Duo indie asal Jakarta ini membuka penampilan mereka dengan lagu favoritku, Waiting. Lagu kedua, Endah N Rhesa memainkan track andalan dari album keduanya, judulnya Tuimbe. Pasangan suami-istri ini kemudian membawakan sebuah lagu lama berjudul In The Jungle, yang disusul dengan salah satu OST Lion King, judulnya Hakuna Matata. Pada lagu ketiga dan keempat tersebut, Endah banyak bermain-main dengan suaranya, ia sering menirukan suara lucu kayak tokoh-tokoh kartun. Entertaining!

Selanjutnya, band beraliran ballad-akustik ini membawakan lagu berbahasa Indonesia ciptaan mereka yang belum pernah di-record. Lagu berjudul Balada TKW ini temponya lumayan pelan, kedengerennya sweet, tapi liriknya cukup miris. Tentang seorang TKW yang kerja banting tulang di negeri orang, tapi pas balik lagi ke Indonesia, ternyata suaminya udah kawin lagi. Wew...

Di lagu keenam, Endah N Rhesa memainkan salah satu lagu nasional kita, Tanah Airku. Pada lagu ketujuh, mereka bawain lagu dari album pertama, judulnya I Don't Remember. Sama kayak pas mereka tampil di acara anniversary-nya Langit Musik, intro gitar lagu ini dimodifikasi jadi kayak intro lagunya Red Hot Chilli Pepper. Endah N Rhesa lalu memainkan lagu yang udah memopulerkan nama mereka, When You Love Someone. Penampilan mereka kemudian ditutup dengan lagu bersentuhan blues dari album pertama, judulnya Baby It's You.

Seperti biasa, Endah N Rhesa tampil interaktif dan menghibur. Tapi beberapa atraksi mereka emang udah pernah kutonton sebelumnya, kayak pas mereka battle gitar dan bass, atau pas mereka main berdua dalam satu gitar. Jadi aku ngeliatnya nggak se-amaze kayak waktu aku nonton mereka pertama kali. But still, they're great performers with awesome skills, and they're a sweet couple also. Love you!!!

Awesome performance by Endah N Rhesa

Habis puas mantengin Endah N Rhesa, sekarang saatnya buat menikmati aksi Maliq & D'EssentialsBand beraliran pop-jazz ini membawakan 12 lagu, di antaranya Terdiam, Dia, Coba Katakan, Terlalu, dan Pilihanku. Nggak ketinggalan juga Maliq & D'Essentials mainin lagu nasional Garuda Pancasila. Secara keseluruhan, band asal Jakarta ini mampu bikin penonton goyang terus sepanjang penampilan mereka. Seru banget! Apalagi pas sang gitaris ganteng Lale disuruh nyanyi. Semua penonton cewek langsung histeris jejeritan. Terhibur banget!

Maliq & D'Essentials tampil kompak pake baju putih-item

Jam 11 malem lewat, akhirnya acara pun selesai. Alhamdulillah, aku bisa dengan mudahnya menemukan temen-temen yang tadi kutinggalkan, hihihi. Walopun ramenya PRJ malesin banget, tapi aku seneng bisa nonton Endah N Rhesa sama Maliq & D'Essentials malam itu. I think the music concert is the best part of PRJ!

Istirahat habis nonton

Tuesday, June 14, 2011

Kickfest kembali menggelar festival clothing tahunannya, 10 – 12 Juni 2011. Acara yang bertempat di Plaza Barat Senayan ini dimeriahkan juga oleh penampilan sejumlah bintang tamu.

Kebetulan dua performers favoritku, yaitu Luky Annash dan Pure Saturday, tampil di hari terakhir. Jadi, walopun nggak berminat nonton pameran clothing-nya, aku nggak ragu ngeluarin duit Rp 15 ribu buat masuk Kickfest. Bersama Nadia, aku sampe di Plaza Barat Senayan jam 18.00 teng!
Bayanganku, Kickfest pasti rame banget, kayak pas diselenggarain di Jogja. Tapi ternyata, begitu kami sampe sana… rame sih, ada kali lima orang lebih. Krik krik. Mungkin karena pas jam solat maghrib kali yaa, jadi belom heboh. Atau, mungkin juga karena orang Jakarta udah kebanyakan hiburan. -___-

Singkat cerita, jam 18.30 sobat lamaku Vando dateng. Kami emang udah janjian nge-gig bareng. Jam segitu, Kickfestnya udah tambah rame. Tapi sayang acaranya ngaret, Luky Annash yang katanya mau manggung jam 18.00 baru tampil satu jam kemudian.

Alhamdulillah, aku bisa dapet posisi nonton paling depan, sampe nyentuh pager pembatas. Luky Annash muncul dengan kemeja biru dan bowler hat, membawakan lagu opening­-nya yang aku nggak tau itu lagunya siapa. Setelah berbasa-basi singkat, Luky Annash lanjut mainin lagu kedua yang diambil dari album pertamanya, Kritik Tanpa Solusi. Pianis indie asal Jakarta ini kemudian membawakan lagu Disturbia yang nggak kalah rawkz!

Lagu keempat, Luky Annash lagi-lagi memainkan lagu milik musisi favoritnya, tapi aku nggak denger jelas judul lagunya. Adik dari Rully dan Eka Annash ini lalu lanjut membawakan single favoritku, Bahasa. His performance was really awesome, Luky Annash sempet bermain dengan dua keyboard sekaligus. Penampilan kerennya ini akhirnya ditutup dengan lagu yang totally rock, Bajingan Ibukota.

Di seluruh lagu yang dibawakannya, Luky Annash banyak banget melakukan improvisasi. Aku sering dibuat terpana ngeliat permainan keyboard-nya. He’s proved to be a skillful and talented young musician. Luky Annash keliatan total banget mainnya, tapi saking totalnya, beberapa lagu kayak ada yang rada fals suaranya, terutama pas bagian teriak-teriak. Oke, tapi aku anggep aja itu mungkin bagian dari improvisasinya. Jadi penampilan Luky Annash malam itu PERFECT.

Setelah Luky Annash, giliran Pure Saturday yang manggung. Band indie legendaris asal Bandung ini tampil asik kayak biasanya. Iyok dkk berhasil memuaskan Pure People dengan 11 lagu yang dibawakannya, di antaranya Kosong, Nyala, Elora, Desire, Buka, dan sebuah lagu baru berjudul Lighthouse. Di sela-sela lagu, mereka juga bagi-bagi kaos gratis lho. Tapi wagunya, di tengah serunya penampilan Pure Saturday, tiba-tiba pihak penyelenggara menyela buat pengumuman pemenang design competition. -___- Tapi setelah itu, Pure Saturday langsung bisa mengembalikan mood Pure People. Very entertaining! 

Habis Pure Saturday, sebenernya masih ada Teenage Death Star. Tapi aku, Nadia, dan Vando memutuskan buat pulang karena udah malem dan emang nggak terlalu demen sama band ini. Thanks buat Kickfest yang udah mengundang Luky Annash dan Pure Saturday, semoga event berikutnya makin sukses dan meriah!

Luky Annash's performance
Pure Saturday's performance
Vando, Pure People
Salah tulis itu, bukan LUCKY Annash, tapi LUKY Annash