Tuesday, February 28, 2012

Afternoon Talk
Artist: Afternoon Talk
Genre: Folk pop

After listening to the whole album, my first thought was, “uuuhh all of the songs were so sweet, cheesy, and peaceful. I won’t get bored of listening to them over and over again!”

Love Letter dipilih sebagai track pembuka di album band akustik yang terdiri dari Sofia (vokal/glockenspiel), Osa (gitar/ukulele/bas), dan Ridwan (gitar/perkusi/keyboard) ini. Awalnya lagu ini terdengar riang dan manis. Tapi di tengah lagu, Sofia teriak dan nangis kayak orang depresi. Ups, ternyata Love Letter bercerita tentang orang yang ngarep dapet surat cinta gara-gara capek ngejomblo, hihihi. Walaupun temanya bisa banget bikin kita galau, tapi band asal Lampung ini bisa mengemasnya dengan nada-nada ceria.

Track berikutnya, There’s One Thing You Should Know, adalah lagu favoritku. Ceritanya tentang cewek yang pingin selalu bersama cowok yang ia sukai. Petikan dan genjrengan gitarnya asik, liriknya sweet. Love it!

Setelah itu ada Please Tell Me How To Turn Back The Time, the most gloomy song in this album. Kemudian ada So Far Away, lagu yang awalnya terdengar ceria, tapi di tengah lagu suasananya mulai suram dan ada kemarahan di situ. Album EP ini akhirnya ditutup dengan This Ship Will Bring You Home yang lumayan nge-beat tapi tetep minimalis.

Kebetulan aku emang suka banget sama genre musik folk akustik beginian. Suara Sofia juga enak didengernya. Their songs are as sweet as candy, make me wanna listen to them more and more. Buat yang penasaran denger lagu-lagunya, 24 Februari kemarin Afternoon Talk udah merilis EP mereka yang bisa di-download secara gratisss di sini. Enjoy!

Monday, February 13, 2012

Kalo kamu termasuk ‘generasi nunduk’, alias generasi yang doyan nunduk gara-gara nge-tweet mulu pake hape, you really have to watch this movie!

Sukmo (Abimana Arya) adalah mahasiswa tingkat akhir dari Jogja, hobinya Twitter-an. Dari situs jejaring sosial inilah, Sukmo kenal sama Hanum (Laura Basuki), reporter asal Jakarta. Makin lama makin deket, Sukmo akhirnya mutusin ke Jakarta buat ketemuan sama Hanum. Tapi pas janjian di kafe, ternyata Hanum aslinya cantik bangeeet. Sukmo langsung keder, nggak jadi nemuin Hanum dengan alasan jalanan macet. -_-

Kebetulan, ada salah satu kenalan Sukmo dari Twitter juga yang nawarin kerjaan di Jakarta. Karena udah berencana buat stay di ibu kota selama dua minggu, Sukmo pun menyanggupi. Kerjaan yang ditawarin ke Sukmo nggak jauh-jauh dari Twitter, yaitu melakukan kampanye pencitraan buat tokoh politik. Siapa sangka, job ini ternyata bisa jadi kunci yang mendekatkan dia sama Hanum.
Overall, film Republik Twitter ini menarik banget. Kita jadi lebih ngerti gimana sistem kerjanya kampanye pencitraan lewat Twitter, gimana seluk beluk dunia reporter. Kisah cinta antara Sukmo dan Hanum juga ditampilkan secara pas, nggak terlalu over, nggak terlalu cheesy, suka aja ngeliatnya. Lucu juga, soalnya guyonannya terasa deket banget sama kehidupan kita sehari-hari, misalnya pas Nadya (Enzy Storia) marah-marah gara-gara di-unfollow temennya. Kisahnya ringan, tapi nggak kacangan. Oiya, satu lagi yang bikin aku suka, di tengah-tengah film sempet muncul lagunya Frau yang Mesin Penenun Hujan lho, hihihi.
Nggak perlu nunggu terlalu lama kalo pingin nonton Republik Twitter, this film will be premiered on February 16th!

Republik Twitter

Friday, February 10, 2012

Satu lagi film Indonesia yang diangkat dari novel best seller.

Negeri 5 Menara berkisah tentang kehidupan Alif yang baru aja lulus SMP. Alif yang anak Padang asli ini udah berencana buat nerusin SMA di Bandung. Cita-citanya adalah kuliah di ITB biar bisa kayak Pak Habibie. Tapi ternyata, sang Ibu berkehendak lain. Beliau ingin anak laki-laki satu-satunya itu sekolah di Pesantren Madani, Jawa Timur. Awalnya Alif menolak, bahkan sempat marah, tapi pendekatan persuasif kedua orang tuanya akhirnya bisa bikin pendiriannya luluh juga.

Singkat cerita, Alif berhasil diterima di Pesantren Madani. Ia ketemu sama temen-temen baru dari berbagai daerah di Indonesia. Alif juga ketemu banyak ustad yang mengagumkan. Nggak ketinggalan juga ada keponakan Pak Kyai yang cantik (eaaa...). Alif bahkan sampe ikut bergabung di tim majalah sekolah. Di satu sisi, ia udah mulai menikmati kehidupannya di pesantren. Tapi di sisi lain, keinginan buat sekolah di Bandung juga nggak mau pergi.

Konflik demi konflik muncul bergantian dengan adegan-adegan kocak dan konyol. Film ini lucu, sedih, mengharukan, dan sanggup bikin cewek-cewek histeris juga pas Ustad Salman (Donny Alamsyah) dan Fahmi (Andhika Pratama) muncul. Emm, nggak tau ding kalo cewek-cewek lain, tapi kalo aku sama temenku sih jerit-jerit sendiri pas adegannya kedua cowok ini. :p

Dari film Negeri 5 Menara, udah pasti kita jadi lebih tau gimana kehidupan di pondok pesantren. Walaupun, yah, ada adegan yang kayaknya nggak mungkin juga sih, kayak pas anak-anak pesantren nampilin breakdance pas pentas seni. Tapi banyak juga kok pelajaran yang bisa diambil dari film ini, salah satunya adalah tentang man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Selain itu, Negeri 5 Menara juga banyak memotret kenyataan di Indonesia, misalnya tentang praktek nepotisme yang masih sering terjadi di negara ini.

Yup, this is quite an interesting movie. Kalo kepingin nonton, Negeri 5 Menara bakal tayang di bioskop mulai 1 Maret 2012. Siap-siap yah!

Negeri 5 Menara


Monday, February 6, 2012

Akhirnya kesampaian juga aku foto bareng musisi favoritku Endah N Rhesa.

Jumat (3/2) malem kemarin, temenku dapet tugas buat ngeliput acara launching-nya nyunyu.com di salah satu kafe di Kemang. nyunyu.com ini adalah sebuah web konyol ciptaan para selebtwit, kayak Arief Muhammad @poconggg, Raditya Dika @radityadika, Alit @shitlicious, dan temen-temennya. Karena acaranya di kafe, pasti ada makan-makan dong, makanya aku ikut temenku liputan. :p

Sampe di sana, ternyata ada booth yang jual merchandise Endah N Rhesa. Berarti mereka bakal main nih.

Me: Emangnya ntar ada Endah N Rhesa?
Friend: Lah, kirain lo ikut gara-gara mau nonton mereka.
Me: Mana kutahuuu, kan belom baca undangannya.

Begitulah. Dan sayang sekali, di saat-saat seperti itu, handphone-ku ternyata malah ketinggalan di mobil. Gimana mau motret, gimana mau eksis. -_-

Sekitar jam 9, setelah stand up comedy dan kuis-kuis, Endah N Rhesa akhirnya tampil. Aku langsung duduk di depan sendiri. Mereka bawain lagu-lagu lama kayak Tuimbe, I Don't Remember, When You Love Someone, Baby It's You, dan single terbaru Liburan Indie.
 
Yes, that's me, nonton paling depan sendirian.
Nah, udah liat kan di fotonya, hampir nggak ada jarak antara penampil dan penonton. Harapan buat foto bareng Endah N Rhesa pun langsung muncul. Begitu mereka kelar main, aku langsung mengamati pergerakan mereka. Pas muncul kesempatan, aku langsung narik temenku yang lain lagi -si fotografer dengan kamera DSLR- buat motretin aku bareng Endah N Rhesa. Aku bilang sama pasangan suami-istri itu kalo pingin foto bareng, dan tentu saja mereka bersedia. Hik. :')

And here is the result... :)

Rhesa - Starin - Endah