Tuesday, June 26, 2012


Day 2

Di hari kedua (17/6), Joyland mulai lebih awal, jam 15.15.  Aku dan Nadia baru sampai di Senayan Swimming Stadium Park jam 4 lewat dikit, jadi harus rela ketinggalan aksi performer pertama, Backwood Sun. Waktu kami tiba di venue, Pak Raden lagi mendongeng di Panggung Sulur-Sulur. Yap, Pak Raden sang pencipta Si Unyil ikut tampil juga di Joyland! Pria berusia hampir 80 tahun itu dengan jenaka bercerita tentang kisah Acil dan biji mangga.

Pak Raden
Usai Pak Raden mendongeng, penonton langsung beralih ke Panggung Pohon buat menyaksikan penampilan GRIBS. Band yang namanya merupakan singkatan dari Gondong Kribo Bersaudara ini membawakan sekitar 5 lagu yang pastinya nge-rock abis, kayak Rocker dan Rock Bersatu.

GRIBS
Habis lonjak-lonjak bareng GRIBS, penonton diajak cooling down dengan penampilan Tristan di Panggung Sulur-Sulur. Band akustik asal Jakarta ini menyanyikan 5 lagu, di antaranya Maybe Someday dan Songbird.

Tristan
Next, di Panggung Pohon ada Zeke Khaseli yang selalu heboh dan ajaib tiap tampil. Seperti biasa, selain para personilnya suka pake topeng, pas mereka manggung juga ada orang-orang berkostum aneh yang tiba-tiba gabung bareng penonton. Ada-adaaa aja kostumnya! Yang kemaren, salah satunya ada pasien bertopeng duduk di kursi roda, didorong sama orang lain yang berkostum juga. Ajaib!

Zeke Khaseli
Bagian dari aksi panggung Zeke Khaseli

Setelah 5 lagu dibawakan band alternative rock asal Jakarta ini, tiba saatnya buat break 15 menit. Aku dan Nadia dengan gesit langsung cari makan dan sholat, biar nggak harus melewatkan performance-nya Dialog Dini Hari. Yap, trio yang baru aja merilis album barunya hari Jumat (15/6) kemarin ini emang jadi satu-satunya band yang tampil dua hari di Joyland. Di hari kedua ini, mereka membawakan lagu lumayan banyak, sekitar 10 atau 11 lagu, di Panggung Pohon.

Dialog Dini Hari
Berikutnya, penonton kembali ke Panggung Sulur-Sulur buat nonton Anda Perdana. Penyanyi yang badannya rada gendutan ini tampil santai banget pake kaos plus sarung, tapi tetep sukses memukau penonton dengan sekitar 6 lagu yang ia nyanyikan.

Anda Perdana
Kelar Anda Perdana, di Panggung Pohon ada band yang penampilannya udah kutunggu-tunggu, White Shoes & The Couples Company! Puas banget, mereka bawain sekitar 10 atau 11 lagu, di antaranya Senandung Maaf, Windu & Defrina, Vakansi, Senja Menggila, Matahari, ditutup dengan Aksi Kucing.

White Shoes And The Couples Company
Duo yang selanjutnya tampil di Panggung Sulur-Sulur juga nggak kalah oke, Stars & Rabbit! Elda sang vokalis banyak bercerita dan bercanda di sela-sela lagu, bikin suasana jadi makin akrab. Sekitar 5 lagu dimainkan band asal Jogja ini, termasuk single yang lagi sering diputer di radio, Worth It. Habis Stars & Rabbit selesai tampil, aku dan Nadia sempet-sempetin nyamperin Elda dulu buat foto bareng, hehe.

Stars & Rabbit
Waktu udah menunjukkan pukul 21.00, tiba saatnya buat Efek Rumah Kaca! Cholil dkk bikin suasana panas dengan sekitar 11 lagu yang mereka bawain, seperti Hujan Jangan Marah, Balerina, Desember, dan Jatuh Cinta Itu Biasa Saja. Melankolia menutup penampilan Efek Rumah Kaca malam itu sekaligus menutup Joyland hari kedua.

Efek Rumah Kaca
Overall, pagelaran Joyland selama dua hari ini KEREN BANGEEET! Dengan adanya dua panggung, penonton jadi nggak capek karena habis lonjak-lonjak di depan Panggung Pohon, kita langsung bisa istirahat dengan mantengin Panggung Sulur-Sulur. Selain itu, beda dari konser musik biasanya, Joyland sama sekali nggak pake MC! Dan ini bagus banget. Jadi begitu penampil di panggung satu selesai, performer di panggung satunya lagi langsung mulai main. Hampir nggak ada jeda antarpenampil, bikin penonton nggak boring dengerin MC ngoceh, nungguin kru nyiapin alat. Trus aku juga suka banget sama tema piknik di alam terbukanya. Panita nggak lupa nyediain tiker, lengkap dengan lampion-lampion yang lucu banget diliat pas udah malem. Harapan buat Joyland Festival, jelas, semoga taun depan bakal ada lagi, dengan menampilkan musisi-musisi indie baru plus lama yang berkualitas. Me likey!

Lampion

JOYLAND

Monday, June 18, 2012

Joyland adalah festival musik outdoor yang diadain selama dua hari, tahun ini digelar di Senayan Swimming Stadium Park, Sabtu-Minggu (16-17/6). Is Joyland really a land full of joy? Let’s see!

Day 1
Setelah nyari muter-muter Senayan, akhirnya Aku dan Nadia sampe juga di lokasi Joyland sekitar jam setengah 5 sore. Begitu masuk area taman, kita langsung bisa liat ada dua panggung, yaitu Panggung Sulur-Sulur yang kecil dan di-set buat akustikan, dan Panggung Pohon yang lebih gede. Konsep acaranya lucu banget, kita kayak piknik di hutan gitu. Oiya, setiap penonton yang dateng juga langsung dapet majalah dan CD kompilasi Joyland gratis lho! Nggak rugi bayar Rp 50 ribu untuk tiket per harinya.

Dapet majalah dan CD gratis

Menurut rundown, Joyland hari pertama dimulai jam 15.45, which means, kami udah ketinggalan penampilannya The Experience Brothers. Waktu kami dateng, Dialog Dini Hari sebagai penampil kedua lagi membawakan lagu terakhirnya, Pagi yang di-medley dengan Oksigen, di Panggung Sulur-Sulur.

Dialog Dini Hari
Setelah band folks asal Bali itu selesai manggung, penonton langsung jalan ke Panggung Pohon buat menyaksikan Swimming Elephants. Band Jakarta yang alirannya mirip-mirip SORE ini membawakan 5 lagu, salah satunya Night Park. Selama manggung, beberapa kali mereka ganti formasi, tiga kali ganti lead vocal.
Swimming Elephants
Next, saatnya buat Luky Annash! Kami langsung lari ke Panggung Sulur-Sulur buat nonton aksi pianis favoritku ini. Ada 5 lagu juga yang dimainkan adik Eka dan Rully Annash ini, di antaranya Musik, Bahasa, Disturbia, dan cover lagu Street Spirit milik Radiohead. Seperti biasa Luky Annash tampil cadas namun tetap dibalut dentingan piano yang indah. Di sela-sela lagu dia kerap melontarkan joke ringan.

Luky Annash
Kelar Luky Annash, waktu udah nunjukin jam 6 kurang. Aku dan Nadia yang udah kelaperan langsung beli makan di stand-stand yang banyak tersedia di lokasi, dilanjutkan dengan sholat maghrib. Kami mengikhlaskan nggak nonton penampilan L’alphalpha.

Habis L’alphalpha, giliran Polyester Embassy yang main di Panggung Pohon. Band electronic rock experimental asal Bandung ini menghibur penggemarnya dengan 7 lagu dari album pertama dan kedua mereka, kayak Fake/Faker, Air, dan ditutup dengan Polypanic Rooms.

Polyester Embassy
Lanjut! Penampil berikutnya di Panggung Sulur-Sulur ini baru pertama kali kutonton, namanya Harlan. Penyanyi yang ternyata adalah manajer Efek Rumah Kaca dan mantan kibordis The Upstairs, CMIIW, ini kocak banget orangnya. Gaya nyanyinya lempeng banget, trus lirik-lirik lagunya simple, antara penting dan nggak penting, hahahaha! Ada sekitar 8 lagu yang dia bawain, antara lain Lalu Ada Sedih dan Jajan Rock.

Harlan
Berikutnya, ada BRNDLS di Panggung Pohon. Band rock ‘n roll asal Jakarta ini tampil menggila memainkan sekitar 8 lagu, di antaranya Abrasi, Awas Polizei, dan puncaknya waktu membawakan Perak. Next, Bangkutaman udah siap di Panggung Sulur-Sulur. Mereka tampil interaktif dengan mempersilakan penonton buat request lagu. Sekitar 7 lagu mereka bawakan, pastinya Ode Buat Kota nggak ketinggalan.

BRNDLS
Bangkutaman
Jam udah nunjukin pukul 21.30, saatnya buat penampil terakhir yang paling ditunggu-tunggu, Pure Saturday! Malam itu Iyo cs lebih banyak mainin lagu dari album keenamnya, Grey, yang baru rilis. Total ada 10 lagu + 2 lagu encore yang mereka bawakan dengan asik. Nah, pas penampilan band indie asal Bandung ini, aku dan Nadia berhasil dapet tempat di frontrow, persis di depan mic-nya Iyo! Jadi begitu mereka kelar main, Nadia langsung nyamber setlist Pure Saturday malam itu dan minta tanda tangan Iyo dan Arief. Setlist itu kami persembahkan buat Jaki yang hari itu batal nonton berhubung ayahnya lagi sakit. Habis itu kami foto bareng deh sama Iyo.
Pure Saturday
Iyooo!
Setlist Pure Saturday
Iyo - Starin
Joyland Festival day one is a wrap! How about the second day? Besok kusambung lagi yah, hehe.   

Thursday, June 7, 2012

Di Gogirl! edisi Juni 2012, temenku Rissa nulis artikel berjudul “How To Be Secure In A Relationship.I like the article, she wrote it nicely. Dari situ aku jadi pingin juga bahas masalah relationship insecurity, tapi lebih fokus pada insecurity in long distance relationship. Ehem. 

Menurut Dictionary.com, insecure itu kata sifat yang punya beberapa arti:
  1. Subject to fears, doubts, etc; not self-confident or assured,
  2. Not confident or certain; uneasy; anxious,
  3. Not secure; exposed or liable to risk, loss, or danger,
  4. Not firmly or reliably placed or fastened.
Intinya: perasaan takut, ragu, nggak aman, nggak PD. Nah, kalo dalam relationship, perasaan insecure ditandai dengan sikap jealous berlebihan, nggak percaya sama pasangan, takut diputusin. Pernah ngerasa kayak gitu?

Di artikel “How To Be Secure In A Relationship”, Rissa nulis tiga penyebab insecurity, yaitu kurangnya rasa percaya diri, pengalaman di masa lalu, dan sifat perfeksionis. But you forgot one important cause, dear Rissa. Rasa insecure nggak selamanya berasal dari diri sendiri. Even the most confident person bisa ngerasa insecure, sebabnya ya karena keadaan. Yap, maksudku di sini adalah keadaan di mana dua orang yang sedang berpacaran harus terpisah jarak ratusan kilometer dan nggak bisa sering-sering ketemu, alias LDR. Damn you, distance!

Kalo pacaran satu kota aja ngerasa insecure, ya jangan coba-coba buat LDR-an. LDR nggak cocok buat mereka yang insecure dan curigaan mulu sama pasangan. Bayangin aja, kita harus tahan lama nggak ketemu, plus kita juga nggak tau dia di sana SEBENERNYA lagi apa, kita nggak tau dia boongin kita apa enggak, tambah gawat lagi pas kita tau ada cewek yang tiap hari ketemu dan deket sama dia... Eaaa! Jeger!

Perasaan insecure dalam sebuah hubungan long distance itu wajar banget kok terjadi, kalo menurutku lho ya. Dan... the one and only way to overcome it adalah dengan terus membangun ikatan dengan pasangan. When we’re feeling close to him, harusnya sih kita jadi lebih percaya dan nggak jealous-an. Caranya membangun ikatan, ya dengan rutin komunikasi.

Nah, rutin komunikasi ini susah-susah gampang. Kalo lagi lancar ya tiap hari telponan, SMS-an, BBM-an, skype-an, YM-an, line-an, whatsapp-an, atau whatever-lah, you name it. Tapi kalo pas kita atau dia lagi sibuk, bisa-bisa seharian nggak saling contact. Makin susah lagi kalo kebetulan pacar kita itu orangnya cuek. Kita diemin sehari, seminggu, sampe setahun juga mungkin dia nggak sadar. Ealah. Yang pacaran kan dua orang, ya harusnya dua-duanya berusaha membangun ikatan dong. If only one person is consistently making effort to keep contact, then there is no balance.

Ya iyalah, problem itu bro!
Trus, kalo ada masalah, ngerasa jealous misalnya, ya diomongin. Biasanya cewek nih yang hobi mendem perasaan. Pernah waktu itu, ada temen yang curhat, dia bete karena pacarnya barusan di-tag di sebuah foto. Di foto itu, sang pacar lagi pose berdua aja sama mantannya. Temenku marah, nggak mau dihubungin pacarnya, dan bilang sama aku, “ya harusnya dia ngerti dooong! Harusnya dia jaga perasaanku! Harusnya dia ­untag foto itu!” Ya ampun, ya gimana dia bisa ngerti, gimana dia bisa tau apa mau kita kalo kita nggak ngomooong?!

Iyaaa!!
Permasalahan ini sering terjadi juga di relationship biasa sih, nggak cuma di LDR. Tapi emang jadi lebih fatal kalo terjadi di LDR. Kalo kita jealous, ya bilang aja terus terang, kita jealous sama siapa, karena apa, trus kita maunya apa. Kalo jealous-nya cuma dipendem, yang ada kita jadi makin insecure.

Well, let’s say kita udah berusaha building connection, selalu mengutarakan apa yang kita pikirin, tapi ternyata tetep aja kita ngerasa insecure. Hmm... mungkin kita emang nggak bisa ngejalanin LDR, atau mungkin selama ini we’re in a relationship with a kind of guy who only makes us feel more and more insecure. Coba pikirin ulang tentang hubungan kalian. Insecurity really is destructive. Bikin kita kepikiran, curigaan, jealous-an, and less self-respect. Mau sampe kapan kayak gini terus?

I can be tough, I can be strong,
But with you, it's not like that at all...

Damn, damn, damn, what I'd do to have you here, here, here,
I wish you were here...
Damn, damn, damn, what I'd do to have you near, near, near,
I wish you were here...

(Wish You Were Here, Avril Lavigne)