Monday, June 18, 2012

Joyland adalah festival musik outdoor yang diadain selama dua hari, tahun ini digelar di Senayan Swimming Stadium Park, Sabtu-Minggu (16-17/6). Is Joyland really a land full of joy? Let’s see!

Day 1
Setelah nyari muter-muter Senayan, akhirnya Aku dan Nadia sampe juga di lokasi Joyland sekitar jam setengah 5 sore. Begitu masuk area taman, kita langsung bisa liat ada dua panggung, yaitu Panggung Sulur-Sulur yang kecil dan di-set buat akustikan, dan Panggung Pohon yang lebih gede. Konsep acaranya lucu banget, kita kayak piknik di hutan gitu. Oiya, setiap penonton yang dateng juga langsung dapet majalah dan CD kompilasi Joyland gratis lho! Nggak rugi bayar Rp 50 ribu untuk tiket per harinya.

Dapet majalah dan CD gratis

Menurut rundown, Joyland hari pertama dimulai jam 15.45, which means, kami udah ketinggalan penampilannya The Experience Brothers. Waktu kami dateng, Dialog Dini Hari sebagai penampil kedua lagi membawakan lagu terakhirnya, Pagi yang di-medley dengan Oksigen, di Panggung Sulur-Sulur.

Dialog Dini Hari
Setelah band folks asal Bali itu selesai manggung, penonton langsung jalan ke Panggung Pohon buat menyaksikan Swimming Elephants. Band Jakarta yang alirannya mirip-mirip SORE ini membawakan 5 lagu, salah satunya Night Park. Selama manggung, beberapa kali mereka ganti formasi, tiga kali ganti lead vocal.
Swimming Elephants
Next, saatnya buat Luky Annash! Kami langsung lari ke Panggung Sulur-Sulur buat nonton aksi pianis favoritku ini. Ada 5 lagu juga yang dimainkan adik Eka dan Rully Annash ini, di antaranya Musik, Bahasa, Disturbia, dan cover lagu Street Spirit milik Radiohead. Seperti biasa Luky Annash tampil cadas namun tetap dibalut dentingan piano yang indah. Di sela-sela lagu dia kerap melontarkan joke ringan.

Luky Annash
Kelar Luky Annash, waktu udah nunjukin jam 6 kurang. Aku dan Nadia yang udah kelaperan langsung beli makan di stand-stand yang banyak tersedia di lokasi, dilanjutkan dengan sholat maghrib. Kami mengikhlaskan nggak nonton penampilan L’alphalpha.

Habis L’alphalpha, giliran Polyester Embassy yang main di Panggung Pohon. Band electronic rock experimental asal Bandung ini menghibur penggemarnya dengan 7 lagu dari album pertama dan kedua mereka, kayak Fake/Faker, Air, dan ditutup dengan Polypanic Rooms.

Polyester Embassy
Lanjut! Penampil berikutnya di Panggung Sulur-Sulur ini baru pertama kali kutonton, namanya Harlan. Penyanyi yang ternyata adalah manajer Efek Rumah Kaca dan mantan kibordis The Upstairs, CMIIW, ini kocak banget orangnya. Gaya nyanyinya lempeng banget, trus lirik-lirik lagunya simple, antara penting dan nggak penting, hahahaha! Ada sekitar 8 lagu yang dia bawain, antara lain Lalu Ada Sedih dan Jajan Rock.

Harlan
Berikutnya, ada BRNDLS di Panggung Pohon. Band rock ‘n roll asal Jakarta ini tampil menggila memainkan sekitar 8 lagu, di antaranya Abrasi, Awas Polizei, dan puncaknya waktu membawakan Perak. Next, Bangkutaman udah siap di Panggung Sulur-Sulur. Mereka tampil interaktif dengan mempersilakan penonton buat request lagu. Sekitar 7 lagu mereka bawakan, pastinya Ode Buat Kota nggak ketinggalan.

BRNDLS
Bangkutaman
Jam udah nunjukin pukul 21.30, saatnya buat penampil terakhir yang paling ditunggu-tunggu, Pure Saturday! Malam itu Iyo cs lebih banyak mainin lagu dari album keenamnya, Grey, yang baru rilis. Total ada 10 lagu + 2 lagu encore yang mereka bawakan dengan asik. Nah, pas penampilan band indie asal Bandung ini, aku dan Nadia berhasil dapet tempat di frontrow, persis di depan mic-nya Iyo! Jadi begitu mereka kelar main, Nadia langsung nyamber setlist Pure Saturday malam itu dan minta tanda tangan Iyo dan Arief. Setlist itu kami persembahkan buat Jaki yang hari itu batal nonton berhubung ayahnya lagi sakit. Habis itu kami foto bareng deh sama Iyo.
Pure Saturday
Iyooo!
Setlist Pure Saturday
Iyo - Starin
Joyland Festival day one is a wrap! How about the second day? Besok kusambung lagi yah, hehe.   
Categories: ,

0 comments:

Post a Comment