Friday, April 26, 2013

Kafe ngehip yang ada di atas Aksara bookstore, Kemang, ini udah buka sejak beberapa tahun lalu, tapi aku baru ke sana Sabtu (13/4) lalu. 

Tempatnya nggak terlalu luas sih, tapi suasananya nyaman. Pengunjungnya ramai, mungkin karena pas itu malam Minggu. Meja kosong nggak pernah nganggur lama, karena selalu langsung terisi pengunjung baru.

Malam itu, as usual aku pesen pasta favoritku lasagna (Rp 85 ribu). Rasanya enak sih, tapi kurang iris-able alias pas diiris langsung berantakan, hahaha. Soalnya lapisannya terlalu tinggi dan antarlapisannya kurang lengket menyatu. Tapi dijamin puas dan kenyang banget, karena porsinya gede.

Lasagna
Untuk minumannya, pilihanku jatuh pada Red Dragon (Rp 40 ribu), smoothies yang kata waitress-nya lumayan sering dipesen di Casa. Dan ternyata emang enak! Rasa buah naga, kiwi, dan lecinya berpadu pas, bikin seger tenggorokan.

Red Dragon
Selain itu, aku sama temen-temen juga pesen nachos (Rp 65 ribu) buat dicemil rame-rame. Nachosnya enaaak, apalagi dikasih saus guacamolenya, duh jadi pingin lagi. Porsinya juga besar, jadi udah bener tuh kami pesen seporsi buat bertiga, hihihi.

Nachos with Jalapeno & Guacamole
Kalo pingin nongkrong-nongkrong cantik di daerah Kemang, Casa is surely one of recommended places!

Sofa-sofa nyaman yang tersedia di Casa
The table

Wednesday, April 17, 2013


Umurku sekarang udah 25. Udah seperempat abad. Udah tu... ah sudahlah. =)) 

Pas kutelusuri tadi malam, ternyata aku udah mulai bikin postingan tentang target ulang tahun sejak umur 22. Dan di postingan ultah ke-22 itu (bisa diliat di sini), aku sekilas nyebutin kalo pingin nikah di umur 25. Iya, berarti sekarang. :|

Menurutku, 25 tuh bisa dibilang usia keramat. Kalo umur 20-an awal kan kita masih baru lulus kuliah, baru mulai kerja, jadi bisa dibilang baru masuk tahap dewasa awal. Tapi setelah melewati usia transisi di 25, kita udah masuk jadi orang dewasa beneran. Nggak tau sih kalo pembagian umur menurut psikolog gimana, tapi at least, menurut pandanganku sih gitu. 

Three years ago, I thought I would have become ‘somebody’ by 25. Ya nggak terlalu muluk juga sih, tapi paling nggak aku udah jadi wanita karier yang mature, mapan, siap nikah. Dan sekarang tiba-tiba aku udah 25, padahal masih begini-begini aja. :|

Tahun lalu, aku punya tiga target yang harus dicapai dalam setahun (kutulis di sini): meningkatkan saldo tabungan, berbakti sama Papah-Mamah, dan maintain hubungan sama pacar. Emang target-target itu rada absurd ya, karena emang fokusku di sepanjang usia 24 sebenernya lebih ke menyiapkan diri buat achieve something big di umur 25.

Target pertama, yaitu meningkatkan saldo tabungan ke jumlah yang aku targetin, alhamdulillah tercapai. Berbakti sama Papah-Mamah nih yang paling absurd dan nggak ada patokannya. Tapi aku anggap juga udah kupenuhi walaupun tentu masih harus ditingkatin lagi ke depannya. Untuk tahun ini, poin berbakti ke orang tua ini aku anggap sebagai kewajiban aja deh daripada masuk target, soalnya absurd. Trus untuk target ketiga, maintain hubungan sama pacar, alhamdulillah juga terlaksana.

Nah, sekarang yang rada beban tuh nulis target untuk umur 25. Everybody knows that I want to get married at 25. Tapi melihat keadaan sekarang, tentu tetep harus realistis juga dong. Aku nargetin tahun ini at least bisa lamaran, walaupun nikahnya mungkin baru di umur 26. Ningkatin saldo tabungan tentu juga harus makin kenceng usahanya buat modal nikah and life after marriage. Trus yang terakhir, well, get a new job in my hometown. Kalo suami di Jogja, ya sebagai istri harus ngikut dong. Jadi mulai sekarang udah musti mulai mikir kira-kira mau kerja apa di Jogja, biar kalo udah dilamar bisa langsung apply ke perusahaan yang kumau.

Cukup tiga target aja di umur 25 ini, semoga Allah menghendaki rencanaku, amiiin. x)

Image: www.birthdayb.com

Friday, April 12, 2013

Twenty-five years and my life is still trying to get up that great big hill of hope for a destination... -What's Up, 4 Non Blondes

I'm 25 years old today. Yeah, thank you. But it feels a little bit different than my past birthdays. I'm not sure, but I think being 25 is hard. It's like a new era of my life. I'm now on the path to adulthood. I should be more mature, more responsible with my well-being, more accomplished, more serious in my relationship. It seems difficult, but I know that I have no other choice but to embrace my new age happily.

Thanks to all of my families, friends, and my superb boyfriend for the birthday greetings and wishes. :)

Love, Starin

Wednesday, April 10, 2013

Pas jalan-jalan ke Bandung akhir Maret lalu, aku sama temen-temen sempet mampir ke Verde, sebuah resto di Jalan Juanda. 

Dilihat dari depan, tampilan restonya sih biasa aja, bahkan bangunannya terkesan tua. Tapi kata temenku yang udah pernah ke sana, interiornya lucu banget!

Begitu masuk, ternyata bener. Dalamnya luas dan interiornya foto-foto-able banget, hihihi. Banyak rak berisi pajangan lucu, mulai dari peralatan dapur sampai mesin tik tua. Ada bar juga di tengah-tengah resto.

Untuk menunya, pilihannya banyak dan beragam, mulai dari pasta sampai makanan Indonesia. Tapi price-nya rada mahal sih, lasagna yang kupesen harganya Rp 45 ribu, dan ternyata porsinya cuma seuprit doang. Untung rasanya enak, plus tadi habis pilih-pilih menu kami dikasih welcome bread, jadi nggak rugi-rugi amatlah ya. :p

Oh iya, menu yang wajib coba di sini itu pizzanya! Bentuk dan penyajiannya lucu bangeeet. Kemarin kami pesen Rainbow Pizza, tapi lupa berapa harganya, maklum patungan. :p Nah, kemudian ada waitress datang ke meja kami bawa pizza yang bentuknya gendut ini. Trus ada semacam show gitu hahaha, si waitress membakar pizza di depan mata kami. Setelah itu baru deh pizzanya diiris dan disajikan. Rasanya? Nggak manis kayak rainbow cake kok, kayak pizza biasa aja, hehe.

Kalo lagi main ke Bandung, boleh banget mampir ke Verde! Selain lokasinya mudah dijangkau, lumayan juga kan buat nambah koleksi foto, hihihi. 


Interior Verde yang lucuk
Close up raknya
Kursi-kursinya lumayan banyak
Berpose di bagian barnya
Lasagna
Rainbow Pizza setelah diiris

Monday, April 8, 2013


Rating:★★★★
Category:Book
Genre: Entertainment
Author:Joy Roesma & Nadia Mulya

Dari judulnya aja udah keliatan ya, buku ini membahas all facts about arisan glamor yang belum banyak orang tau. Seru!

Buku yang baru di-launch Februari kemarin ini dibuka dengan penjelasan tentang definisi arisan, sejarah arisan, perkembangan arisan, sampai bentuk arisan di negara lain. Teoritis banget? Sama sekali enggak kok! Bahasa yang digunain Mbak Joy dan Mbak Nadia bener-bener santai, pakai istilah-istilah gaul, sering juga disisipi Bahasa Inggris.

Masuk bab berikutnya lebih seru lagi. Judulnya “Kamus dan Aturan Arisan”, tapi isinya banyak membeberkan hasil survey terhadap 300 wanita urban usia 20-an sampai 40-an tahun. Dari 300 wanita itu, ternyata yang ikut arisan 78%-nya lho. Nah, di bab ini banyak ditulis tuh tentang berapa banyak arisan yang pakai dresscode, berapa jumlah kocokannya, di mana lokasi arisan favorit, bahkan sampai aplikasi edit foto favorit!

Bab lain yang juga menarik adalah bab “Gaya Penampilan Arisan”. Nggak cuma ngomongin ‘aturan’ tentang rambut yang harus disasak, mata yang harus ber-softlens, atau bulu mata tebal aja, tapi juga merk tas, jam tangan, sepatu, dan gadget wajib saat arisan!

Lebih seru lagi pas baca bab “Arisan Urban Legend vs Behind The Scene”. Di bab ini, Mbak Joy dan Mbak Nadia ngumpulin kisah-kisah nyata seputar arisan yang bikin kita ber-“wow, ada toh yang begini!”

Emang sih, buku dengan topik arisan mungkin dianggap kurang penting buat cowok. Tapi buat cewek-cewek, pasti bakal asik sendiri deh bacanya, hihihi. Apalagi buku ini kan ditulisnya berdasar survey dan ada pendapat dari para pakar juga, jadi bukan sekedar omong kosong nggak berdasar.

Selain isinya yang juicy, tampilan buku ini juga oke banget. Cover kuning ngejrengnya bener-bener eye-catching. Begitu buka, halaman demi halamannya dihiasi ilustrasi lucu dan foto-foto yang colourful. Walaupun tebel bukunya sampai 373 halaman, tapi nggak jenuh kok bacanya. Mungkin karena tebel dan berwarna itu, jadi harga buku ini agak sedikit mahal, yaitu Rp 85 ribu. Tapi kalo kita hobi arisan atau seneng ngikutin berita para sosialita, nggak rugi kok ngeluarin duit segitu buat beli buku ini!