Monday, December 30, 2013

Pasti udah bisa nebak kan apa korelasinya polisi dan plat kendaraan luar kota? Iya, polisi setempat paling demen 'ngincer' kendaraan yang platnya dari luar kota.

Dua minggu lalu, hari Jumat - Sabtu (20-21/12), aku sama papaku ke Semarang buat nonton adikku lomba inline skates. Nah, Sabtu paginya, mumpung belum waktunya adikku tanding, aku sama Papa berencana foto-foto di Kota Lama. Dengan berbekal petunjuk dari petugas hotel, kami pun meluncur ke arah Kota Lama sekitar jam 7 pagi.

Dalam perjalanan, aku dan Papa ngelewatin jalan yang tadinya kami kira perempatan, soalnya bentuk jalannya emang rada melengkung ke kiri. Nah, begitu udah deket 'perempatan' itu, kami baru lihat kalau ternyata itu adalah pertigaan. Di sebelah kiri jalan juga ada papan bertuliskan 'lurus jalan terus.' Papa yang tadinya berada di lajur tengah pun pindah ke lajur paling kiri karena mau terus.

Pertigaan 'jebakan'. Aku dateng dari arah yang seberang sana.
Tiba-tiba, seorang polisi menghentikan mobil kami. Beliau meminta kami menepi. Ternyata, kesalahan kami adalah mengambil lajur tengah, padahal mau terus. Seharusnya kami ambil lajur kiri. Papa pun berusaha menjelaskan ketidaktahuan kami, tapi tentu polisinya nggak mau denger. Dia meminta biaya damai sebesar Rp 250 ribu. Tapi berkat kelihaian Papa nyembunyiin uang di dompet, Papa akhirnya cuma membayar Rp 100 ribu aja.

Lucunya, pas kami menyelesaikan urusan tilang itu, beberapa kendaraan lain juga dihentikan polisi dengan alasan yang sama. Kendaraan-kendaraan itu memiliki plat "AD" dan "B", yang berarti bukan dari Semarang. Selama ini aku udah sering denger cerita temen-temen yang bilang polisi suka 'galak' sama kendaraan luar kota, tapi baru kali ini aku ngerasain sendiri.

Saat ditilang, warga luar kota emang punya posisi yang 'lemah'. Mereka nggak tahu apa kesalahan yang mereka lakukan itu sebenarnya sering dilakukan penduduk setempat, jadi nggak bisa ngeles. Mereka juga nggak mungkin nyelesaiin urusan di persidangan, soalnya keburu balik ke kota asal. Jadi yang bisa mereka lakuin cuma 'berdamai' dengan polisi.

Funny, isn't it? Seharusnya tugas polisi itu membantu masyarakat, mengayomi masyarakat. Kalau ada warga yang kebingungan saat berada di luar kota asalnya, ya dibantu. Bukannya malah sengaja 'dijebak' kayak di pertigaan tadi. Aku bilang 'dijebak', soalnya mereka emang udah berdiri siap-siap di tengah jalan, kayak udah nungguin ada kendaraan luar kota yang berbuat kesalahan.

Tuh dua polisi yang udah siap nyetop kendaraan yang berbuat kesalahan.
Ibarat guru, kalau banyak muridnya yang nilainya jelek atau bolos pelajaran, berarti gurunya yang harus introspeksi metode pengajarannya. Begitu juga dengan polisi. Jelas-jelas ada banyak warga luar kota yang melakukan kesalahan di pertigaan itu, harusnya polisi introspeksi diri. Gimana biar nggak banyak yang salah lagi? Oh, mungkin sebelum pertigaan harus dikasih papan rambu-rambu persimpangan.

Papan rambu-rambu lalu lintas
Iya sih, emang nggak semua polisi 'jahat' kayak gitu. Aku bersyukur dan berterima kasih banget kepada Bapak-Ibu polisi yang tulus mengabdi pada masyarakat. Untuk yang masih mengabdi pada duit, yaa semoga Allah segera memberi hidayah-Nya. Amiin.

Friday, December 6, 2013

Cieee... udah mau married ya? Kok baca-baca postingan ini? Hihihi. Bulan lalu aku sama calon suami (uhuk) udah survei ke beberapa gedung pertemuan yang biasa dipake nikah di Jogja. Berikut ini beberapa yang harga sewanya di bawah Rp 5 juta. 

1. Balai Pamungkas

Tempatnya yang di tengah kota bikin gedung berkapasitas 1.200 orang ini laris disewa buat nikahan. Walaupun tempat parkirnya nggak terlalu luas, tapi di depan gedung ada Stadion Kridosono yang siap dijadikan lahan parkir tambahan. Tapi kata pacar dan mamaku, kalo mereka kondangan di sini siang-siang biasanya gerah.

Untuk harga sewanya sendiri bakal naik di tahun 2014 nanti, tapi masih terjangkau kok. Berikut ini biayanya: 

Hari biasa
7.00 – 14.00: Rp 3 juta
16.00 – 23.00: Rp 3,5 juta
7.00 – 23.00: Rp 4 juta 
Hari Sabtu/Minggu
7.00 – 14.00: Rp 3,5 juta
16.00 – 23.00: Rp 4 juta
7.00 – 23.00: Rp 5 juta

Dengan harga di atas, kita udah dapet fasilitas sound system, 150 kursi lipat, 2 meja tamu, AC 4 PK, 2 blower, 2  ruang transit AC, ruang rias, ruang catering, dan cadangan genset. 

2. Gedung Serba Guna Adisucipto 

Letaknya emang rada jauh dari pusat kota, tapi gedung berkapasitas 1.000 orang ini juga lumayan jadi favorit orang-orang buat nikah. Luas parkirannya lumayanlah, dan menurutku tampilan gedungnya lebih bagus dibanding Balai Pamungkas.

Pas aku ke sana, bapak pengelolanya bilang belum ada kabar untuk harga sewa tahun 2014. Untuk saat ini, harga sewanya Rp 3,1 juta. Siang atau malam harganya sama, hari kerja ataupun hari libur juga segitu. Waktu pemakaiannya 7 jam, dari jam 7.00 – 14.00 atau 15.00 – 22.00.

Fasilitas yang didapat adalah 300 kursi, AC, listrik, air, keamanan, parkir panitia, dan kebersihan praacara. Kalo mau pake sound system, tambah lagi Rp 600 ribu. Kalo mau pake cadangan genset, tambah lagi Rp 1,25 juta. Tapi kalo ternyata genset-nya nggak kepake, uang kita dikembaliin Rp 500 ribu.

Jadi kalo diitung-itung, total biaya sewa gedung ini sekitar Rp 4,45 juta – Rp 4,95 juta. Tapi itu belom total juga sih, kalo mau tambah kursi+meja VIP, free parkir undangan, atau tambah yang lain-lain ya duitnya juga tambah lagi.

3. Pendapa SMKI 

Yang ini lokasinya juga agak jauh dari pusat kota, tapi karena papaku kenal orang SMKI, jadi aku dapet diskon, hehe. Tempat parkirnya juga luas. Kalo nyari tempat nikah yang bentuknya joglo, pendapa SMKI bisa jadi alternatif.

Untuk harga sewanya saat ini (tanpa diskon), pendapanya aja (kosongan) Rp 2,5 juta. Berikut ini biaya sewa tambahannya yang pasti kita pake:

Kursi lipat per buah: Rp 1.500 
Sound system: Rp 600 ribu 
Keamanan: Rp 100 ribu
Kebersihan: Rp 250 ribu 

Untuk biaya totalnya tergantung sih kita mau sewa berapa kursi, trus mau pake tambahan apa. Anggaplah kita sewa 200 kursi, berarti total biaya sewanya sekitar Rp 3,75 juta. Inget, itu belum termasuk sewa kursi dan meja VIP plus tambahan lain yang kita inginkan. 

Yah, itu beberapa gedung yang udah aku survei. Hopefully it will help. Yeah, you're welcome. ;)