Friday, April 25, 2014

My Rating:★★★★
Genre: Fiction
Author:Rachmania Arunita

Masih inget novel bestseller Eiffel I’m in Love? Nah, novel ini dibuat oleh penulis yang sama! 

Terlihat dari judulnya, novel Koma berkisah tentang kehidupan Jani selama koma karena kecelakaan. Di kehidupan koma, Jani bertemu dengan jiwa bernama Leo yang juga sedang koma. Jani belajar banyak makna hidup dari Leo, sampai tanpa sadar ia mulai menyukai lelaki itu. Jani pun mulai bingung dengan perasaannya karena ia sudah mempunyai pacar di dunia nyata. 

Overall, sebenarnya novel ini menarik, tema yang diangkat juga unik. Tapi kalo menurutku, bagian awal sampai tengah kok agak membosankan, ya. Mungkin karena berisi terlalu banyak percakapan antara Jani dan Leo yang berbelit-belit. Babnya juga panjang-panjang, jadi agak capek bacanya. Tapi mulai pertengahan, ceritanya cukup bikin penasaran! Novel ini juga memberikan banyak pesan yang mengena di hati, bikin kita jadi lebih bijak dalam menjalani hidup.

Buat yang bosen sama novel teenlit kebanyakan, buku setebal 295 halaman ini bisa jadi alternatif bacaan!

Tuesday, April 22, 2014

Ada beberapa lagu yang tiap kita denger, kita jadi berharap dalam hati, ‘pasti sweet banget kalo si pacar/gebetan nyanyiin lagu ini buat kita, ouuuchh...’ 

Nah, lima lagu berikut selalu sukses bikin aku melting. Dan karena rasanya nggak mungkin pacarku nyanyiin itu buat aku, yah, aku mengubah harapanku, semoga lagu-lagu ini nantinya dimainin pas wedding-ku. :”> Lagu-lagu di bawah ini emang kebanyakan konsepnya akustik dan penyanyinya cowok. Nggak tau kenapa, tapi menurutku dua hal itu bikin keromantisan lagu meningkat dua ratus persen. 

Here are five songs that never fail to melt my heart! 

1. Marry Me – Train

“Forever can never be long enough for me, to feel like I've had long enough with you...”

Lagu milik band Amerika ini udah dirilis sejak tiga tahun lalu, tapi tetep aja aku selalu merinding tiap dengernya. Liriknya manis, melodinya enak, iringan gitar dan pianonya menempati porsi yang pas. Cocok banget buat backsound ngelamar anak orang, hihihi. Simply beautiful! 

“Marry me, today and every day...” 



2. Ever Enough (Acoustic) – A Rocket To The Moon 

“No I’m never gonna leave you darling, no I’m never gonna go regardless, everything inside of me is living in your heartbeat...”

Lagu ini emang ada versi full band-nya sih, tapi menurutku versi akustiknya jauh lebih syahdu. Suara merdu Nick Santino yang diiringi petikan gitar yang lembut, plus lirik yang menggambarkan ketulusan seorang lelaki, bikin lagu ini terdengar sangat sweet. Love it!
 
“I will always be yours forever and more, through the push and the pull...” 



3. How Long Will I Love You? – Jon Boden, Sam Sweeney, & Ben Coleman 

“How long will I love you, as long as stars are above you, and longer if I can...”

Mungkin orang-orang tahunya ini lagu milik Ellie Goulding. Tapi sebenernya penyanyi Inggris ini cuma nge-cover aja. How Long Will I Love You adalah lagu milik rock band asal Skotlandia, The Waterboys, yang dirilis tahun 1990. Selain Ellie Goulding, lagu ini juga dibawain ulang sama Jon Boden, Sam Sweeney, dan Ben Coleman untuk mengisi soundtrack film “About Time”. Nah, menurutku versi Jon Boden cs ini jauh lebih romantis ketimbang versi Ellie Goulding. Suara alat musik gesek, gitar, dan mandolin emang bikin lagu jadi rame, tapi juga makin manis!

“How long will I want you, as long as you want me too, and longer by far...” 

4. 1, 2, 3, 4 – Plain White T’s

“I'm so glad I found you, I love being around you, you make it easy, it's as easy as 1-2-1-2-3-4...”

Kalo liat video klip lagu milik band asal Amerika ini, pasti bawaannya jadi senyam-senyum sendiri deh saking sweet-nya. Tapi nggak cuma video klipnya aja yang manis, lagu 1, 2, 3, 4 ini juga menyuguhkan musik yang asik plus lirik yang romantis. A perfect wedding song!

“There's only one thing, two do, three words, four you... I love you...” 




5. Teman Hidup – Tulus

“Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku, berdua kita hadapi dunia...”

Nggak adil dong kalo cuma masukin lagu Barat aja, lagu dari musisi Indonesia juga banyak yang romantis kok, salah satunya ya milik Tulus ini. Dengan tempo pelan dan lirik yang ‘dalem’, lagu Teman Hidup bener-bener bisa bikin hati jadi adem!

“Bila di depan nanti banyak cobaan untuk kisah cinta kita, jangan cepat menyerah, kau punya aku, kupunya kamu, selamanya akan begitu...” 

Well, that’s mine. What’s yours?

Tuesday, April 15, 2014

Huaaa, it's my birthday again! Time sure flies so fast! Damn!

Seperti biasa, setiap ulang tahun aku selalu membuat posting-an seputar target yang harus kucapai selama setahun ke depan dan evaluasi target tahun sebelumnya.

Di usia 25 kemarin, targetku ada tiga (bisa dibaca di sini): 1. Lamaran, 2. Ningkatin saldo tabungan, dan 3. Get a new job in my hometown. Target pertama, alhamdulillah sudah terlaksana pada tanggal 1 Desember kemarin. x) Untuk target keduanya, hmm... Saldo tabunganku sekarang lebih sedikit sih dibanding tahun lalu, tapi itu karena sebagian udah aku pake buat bayar DP vendor resepsi nikahku. Haha, alesan, ya. Okelah, aku anggep aja nggak tercapai. Dan yang ketiga, hmm... Aku akhirnya udah memutuskan buat jadi freelancer aja. Mungkin kesannya nggak bisa dijagain, penghasilan dari bekerja freelance. Tapi rejeki kan udah ada yang ngatur. So far, alhamdulillah aku selalu mendapat pemasukan tiap bulannya. Karena aku udah yakin sama pekerjaan ini, jadi aku anggep target ketigaku juga udah tercapai.

Nah, sekarang target untuk umur 26. Wait, wait, I'm 26, already?! *pingsan

Oke, oke. Nggak usah lebay, inget umur.

Di umur 26 ini, aku juga punya tiga target yang ingin kuraih. Yang pertama, pastinya get married. Ini target yang udah kubikin dari kapan tahun dan akhirnya sekarang udah hampir terlaksana. Semoga semuanya lancar dari proses persiapan sampai hari H, amiiin! Next, pengennya sih tahun depan udah bisa ngajuin KPR, tapi kok kayaknya kurang realistis, ya. Habis resepsi pasti saldo tabungan langsung nol. Jadi untuk umur 26 ini aku mau nabung dulu aja, minimal udah dapet separuh dari DP rumah. Dan yang terakhir, pengennya sih target seputar karier. Jadi akhirnya kuputuskan, tahun ini aku harus bisa publish my own book. Buku apa kek, gitu, pokoknya biar gaul dan keren. xD

Oke, cukup sekian dan terima sumbangan. Semoga tiga targetku itu bisa tercapai selama setahun ke depan, amiiin!

Image: keepcalm-o-matic.co.uk

Saturday, April 12, 2014

Hello!

It's my birthday today. I really thank God for giving me another year of life! x)
I also thank God for letting me spend this special day with my family and fiance.
It feels wonderful being surrounded by loved ones.

To all of my friends who remembered my birthday, thank you! You've made my day!

May the year ahead be filled with happiness, success, and good health. Amiiin! 


Love,
Starin

Thursday, April 3, 2014

My Rating:★★★★
Genre: Action

Film sekuel dari The Raid (2012) ini udah ditunggu-tunggu nggak hanya oleh warga Indonesia, tapi juga moviegoers internasional. Sekeren apa filmnya? 

Diceritakan, nggak lama setelah penyerbuan yang ditampilkan dalam film pertama, Rama (Iko Uwais) ternyata belum bisa bernapas lega. Polisi muda ini harus menyamar sebagai seorang pelaku tindak kriminal untuk mengungkap praktik korupsi. Rama dikirim ke penjara buat mendekati Ucok (Arifin Putra), anak dari bos gangster bernama Bangun (Tio Pakusadewo).

Seperti film pertamanya, The Raid 2: Berandal juga menyajikan adegan laga dengan koreografi yang cantik. Tapi emang, harus diakui film ini jauh lebih sadis dibanding pendahulunya. Bahkan di bagian akhir film, ada adegan perkelahian antara Rama dengan The Assassin yang sadis banget, dalam waktu yang cukup lama pula. Sebenernya nggak masalah kalo adegan sadisnya cuma sebentar, walaupun sering. Tapi ketika kita disuguhi adegan sadis nonstop dalam waktu lama, rasanya kok capek juga ya nontonnya.

Dari segi cerita, film berdurasi 150 menit ini lebih kompleks dan menarik dibanding The Raid. Pengambilan gambarnya juga lebih indah. Meski ada keganjilan seperti adanya salju di Jakarta, tapi toh harus diakui hal itu sebenarnya bikin adegan jadi terlihat lebih dramatis.

Menurut sang sutradara Gareth Evans, film seri The Raid akan berbentuk trilogi, yang berarti masih akan ada satu film penutup. Can’t wait to watch the third movie!