Sunday, May 18, 2014

My Rating:★★★★
Genre: Kepribadian
Author:Jacob & Momo

Halo! Aku mau nge-review buku editanku lagi, ya!

Dari judulnya mungkin udah ketebak, buku ini berisi ide-ide bego yang bisa diterapkan para pelajar. Misalnya aja ide buat bikin seragam sekolah jadi anti-mainstream, ide biar kuat melek pas begadang, sampai ide biar nggak usah ikut upacara, hihihi. Tapi, yah, namanya juga ide bego, jadi sebaiknya emang jangan dilakuin... kecuali pas lagi kepepet, hahaha.

Apa? Minta contoh? Oke, misalnya aja di bab Teknik Klasik Mengatasi Masalah PR Ketinggalan. Ada tiga cara yang diberikan buku ini untuk mengatasi masalah itu, yakni: 1. 'Mengakuisisi' buku PR milik teman, 2. Sok jadi siswa yang sibuk dengan kegiatan ekstra, atau 3. Pura-pura amnesia. *krik

Selain ide-idenya yang jayus kocak, buku setebal 188 halaman ini juga dilengkapi layout yang menarik! Ilustrasi bertebaran di mana-mana, bikin kita nggak bosen bacanya. Font-nya menggunakan dua warna, hitam dan oranye, yang bikin tulisan jadi terlihat lebih menarik.

Buat para pelajar di mana pun kalian berada, nggak ada ruginya baca buku ini di waktu senggang! Kalau udah kuliah, gimana dong? Tenang, bentar lagi bakal terbit juga The Bego Ideas for College Students, hehe. Ditunggu aja! :D

Friday, May 16, 2014

My Rating:★★★★
Genre: Action, adventure, sci-fi

Film tentang monster raksasa dari Jepang ini udah beberapa kali dibuat. Ada yang dapat tanggapan bagus dari publik, ada juga yang jelek. Gimana dengan film Godzilla garapan sutradara Gareth Edwards yang sekarang lagi tayang?

Pada tahun 1999, dikisahkan ilmuwan Ichiro Serizawa (Ken Watanabe) dan Vivienne Graham (Sally Hawkins) menemukan sebuah kerangka raksasa di Filipina. Pada kerangka itu, mereka melihat ada dua kepompong misterius yang melekat. Sementara itu, pada waktu yang hampir bersamaan, terjadi gempa aneh di Jepang yang merenggut nyawa Sandra Brody (Juliette Binoche).

Lima belas tahun kemudian, Joe Brody (Bryan Cranston) masih belum putus asa menyelidiki gempa aneh yang udah menewaskan istrinya. Sementara itu anaknya, Ford Brody (Aaron Taylor-Johnson), sekarang udah jadi penjinak bom. Suatu ketika, Joe mengajak Ford kembali ke kawasan rumah mereka yang dulu, yang sekarang udah dinyatakan pemerintah sebagai kawasan terlarang. Ternyata, mereka malah menjadi saksi lahirnya monster bernama MUTO. Dan ternyata MUTO ini nggak sendirian, kepompong MUTO yang kedua juga udah menetas di tempat lain. Godzilla pun terbangun untuk bertarung melawan kedua MUTO itu.

Secara keseluruhan, walaupun lumayan banyak adegan dramanya, tapi film ini tetap sukses bikin penonton tegang hampir sepanjang film. Apalagi pas adegan battle antara Godzilla melawan MUTO, rasanya sedih pas Godzillanya keserang. Di film ini Godzilla emang ditempatkan sebagai jagoan, bukan sebagai monster penghancur kota. Makanya rasanya jadi pengin tepuk tangan waktu dia berhasil ngalahin MUTO, hehehe. Nilai plus lain, film ini keren banget secara visual, kehancuran kota dan Godzillanya terlihat nyata.

One word to sum up this movie: epic!


Monday, May 12, 2014

Beberapa bulan lalu, aku nggak sengaja nemu buku berjudul Amazing You di rak bukunya mamaku. Pas aku baca, isinya nggak beda jauh dari buku-buku pengembangan diri kebanyakan. Nggak ada yang terlalu istimewa, sampe aku baca satu bab yang judulnya: Seberapa Pantas Doa Anda Dikabulkan?

Pada bab itu, sang penulis Dr. Andhyka P. Sedyawan mengawali penjelasannya dengan ngasih pengandaian. Kalo kita punya dua anak, yang satu udah kuliah dan yang satunya lagi masih TK, terus dua-duanya minta uang Rp 2 juta, apa kita akan mengabulkannya? Mungkin permohonan anak pertama akan kita kabulkan karena kebutuhannya emang banyak. Tapi permohonan si anak kedua yang masih TK? Walaupun uang kita sebanyak uangnya Paman Gober, mungkin kita akan tetep mikir-mikir. Anak TK belum pantas diserahi uang Rp 2 juta, gimana kalau nanti dia malah jadi diincer penjahat?

Nah, begitu juga ketika kita berdoa tapi nggak kunjung dikabulkan oleh Tuhan. Mungkin kita belum pantas menerimanya, karena selama ini kita belum bisa bertanggung jawab atas semua pemberianNya. Emang gimana caranya bertanggung jawab? Ya dengan bersyukur dan memanfaatkan pemberianNya dengan baik.

Misal kita pengin punya rumah sendiri, coba inget-inget, selama ini apa kita udah bersyukur bisa tinggal dengan nyaman meski di rumah orangtua? Selama ini apa kita udah ikut merawat dan membersihkan rumah orangtua?

Misal kita pengin punya uang banyak, selama ini apa kita udah bersyukur masih punya uang untuk makan? Selama ini apa kita udah banyak bersedekah?

Ya aku nggak tahu sih, apakah Tuhan benar-benar mengabulkan doa umatNya dengan cara kayak gitu atau enggak. Tapi yang jelas, penjelasan si penulis lumayan ‘menampar’ aku yang selama ini kurang bersyukur dan bertanggung jawab atas pemberianNya. Lagipula di Al-Quran juga ada suratnya yang memerintahkan kita untuk bersyukur. 

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). –QS. Ad Dhuha [93]:11

Jadi nggak pernah ada salahnya untuk bersyukur. Kalau doa kita dikabulkan, ya itu bonus. Kalau nggak kunjung dikabulkan, ya inget aja bahwa Tuhan selalu punya rencana yang lebih baik daripada rencana kita. ;)

Tuesday, May 6, 2014

My Rating:★★★★
Genre: Action, adventure, fantasy

The Amazing Spider-Man udah terbukti sukses dalam me-reboot film Spider-Man. Apakah film sequel-nya ini juga bakal sama berhasilnya?

Terlihat dari judulnya, The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro mengisahkan tentang terciptanya monster bernama Electro (Jamie Foxx) secara nggak sengaja. Electro ini awalnya pemuja Spider-Man/Peter Parker (Andrew Garfield), tapi akhirnya justru berbalik ingin mengalahkan superhero itu. Dalam pertempuran mereka, Electro dibantu Harry Osborn (Dane DeHaan) yang merupakan teman masa kecil Peter.

Selain menceritakan pertempuran antara Spider-Man dan kedua musuhnya, film ini juga mengungkapkan teka-teki di balik menghilangnya orangtua Peter. Kisah cintanya yang putus-nyambung dengan Gwen Stacy (Emma Stone) juga nggak ketinggalan ditampilkan.

Kalo menurutku, adegan action di film garapan Marc Webb ini kurang oke, kurang bikin tegang penonton. But thanks to the real-life couple Andrew Garfield and Emma Stone, adegan mereka berdua tampak sangat alami, bikin film jadi menarik. Penulis naskahnya juga patut diacungi jempol, karena ada banyak kalimat inspiring, lucu, dan romantis sepanjang film. Scoring filmnya juga menurutku lumayan pas.

Secara keseluruhan, tampaknya film berdurasi 142 menit ini lebih mengedepankan unsur romance antara Peter dan Gwen. Tapi menurutku sih tetap menarik, bahkan lebih menarik dibanding The Amazing Spider-Man. Di minggu pertamanya tayang, The Amazing Spider-Man 2: Rise of Electro langsung mampu memuncaki box office dengan memperoleh sekitar $US 92 juta. Kayaknya laris, nih!