Monday, May 12, 2014

Beberapa bulan lalu, aku nggak sengaja nemu buku berjudul Amazing You di rak bukunya mamaku. Pas aku baca, isinya nggak beda jauh dari buku-buku pengembangan diri kebanyakan. Nggak ada yang terlalu istimewa, sampe aku baca satu bab yang judulnya: Seberapa Pantas Doa Anda Dikabulkan?

Pada bab itu, sang penulis Dr. Andhyka P. Sedyawan mengawali penjelasannya dengan ngasih pengandaian. Kalo kita punya dua anak, yang satu udah kuliah dan yang satunya lagi masih TK, terus dua-duanya minta uang Rp 2 juta, apa kita akan mengabulkannya? Mungkin permohonan anak pertama akan kita kabulkan karena kebutuhannya emang banyak. Tapi permohonan si anak kedua yang masih TK? Walaupun uang kita sebanyak uangnya Paman Gober, mungkin kita akan tetep mikir-mikir. Anak TK belum pantas diserahi uang Rp 2 juta, gimana kalau nanti dia malah jadi diincer penjahat?

Nah, begitu juga ketika kita berdoa tapi nggak kunjung dikabulkan oleh Tuhan. Mungkin kita belum pantas menerimanya, karena selama ini kita belum bisa bertanggung jawab atas semua pemberianNya. Emang gimana caranya bertanggung jawab? Ya dengan bersyukur dan memanfaatkan pemberianNya dengan baik.

Misal kita pengin punya rumah sendiri, coba inget-inget, selama ini apa kita udah bersyukur bisa tinggal dengan nyaman meski di rumah orangtua? Selama ini apa kita udah ikut merawat dan membersihkan rumah orangtua?

Misal kita pengin punya uang banyak, selama ini apa kita udah bersyukur masih punya uang untuk makan? Selama ini apa kita udah banyak bersedekah?

Ya aku nggak tahu sih, apakah Tuhan benar-benar mengabulkan doa umatNya dengan cara kayak gitu atau enggak. Tapi yang jelas, penjelasan si penulis lumayan ‘menampar’ aku yang selama ini kurang bersyukur dan bertanggung jawab atas pemberianNya. Lagipula di Al-Quran juga ada suratnya yang memerintahkan kita untuk bersyukur. 

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). –QS. Ad Dhuha [93]:11

Jadi nggak pernah ada salahnya untuk bersyukur. Kalau doa kita dikabulkan, ya itu bonus. Kalau nggak kunjung dikabulkan, ya inget aja bahwa Tuhan selalu punya rencana yang lebih baik daripada rencana kita. ;)
Categories: ,

3 comments:

  1. Setujuuuu! :) Mana nih cerita H-4 menjelang wedding? Ditunggu ya mbaaa ;)

    ReplyDelete
  2. hahaha nanti aku cerita after weddingnya aja yah, kalo before weddingnya riweuhhh banget kemarennn riiibsss. :D

    ReplyDelete
  3. Keren mba.. Makasih inspirasinya.
    Salam Liverpudlian, YNWA

    ReplyDelete